Sebut Prabowo "Presiden Kebijakan Luar Negeri", Menteri Rosan Pastikan RI Lebih Terbuka untuk Investasi
Rosan menyebut Presiden Prabowo Subianto sebagai 'Presiden Kebijakan Luar Negeri.' Halaman all?page=all
(Kompas.com) 02/11/24 12:20 17381166
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyebut Presiden Prabowo Subianto sebagai "Presiden Kebijakan Luar Negeri."
Hal itu disampaikan Rosan di hadapan puluhan duta besar negara-negara sahabat dalam acara Gala Dinner yang digelar Kadin Indonesia bersama dengan para duta besar negara sahabat di Jakarta, Jumat (1/11/2024).
Mula-mula, Rosan menjelaskan posisi Indonesia yang aktif dalam berbagai kerja sama ekonomi internasional, baik yang diinisiasi oleh China, Amerika Serikat, maupun Uni Eropa.
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja Presiden Prabowo Subianto memberikan pembekalan pada kegiatan rapat kerja dan retret Kabinet Merah Putih 2024-2029 di Ruang Makan Husein Taruna Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (25/10/2024). Dalam pembekalan tersebut Prabowo menyampaikan agar para Kabinet Merah Putih dan Utusan Presiden dapat melihat semangat, disiplin seorang prajurit yang siap berkorban jiwa dan raga untuk bangsa dan negara, sehingga para menteri siap untuk membela kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia.Selain itu, Indonesia juga aktif melakukan kerja sama ekonomi dengan Afrika dan Asia Tenggara.
"Jadi pasti kita akan menjadi negara yang lebih terbuka, terutama dengan Presiden Prabowo, (yang) jika saya bisa bilang, dia adalah "Presiden Kebijakan Luar Negeri"," ujar Rosan.
"Dia sangat aktif bertemu banyak kepala negara di dunia. Karena Indonesia ingin lebih banyak hadir di dunia," tegasnya.
Di sisi lain, kata Rosan, Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara.
Menurutnya, 40 persen ekonomi Asia Tenggara ada di Indonesia. Begitu pula dengan populasi dan daratan Asia Tenggara yang 40 persennya ada di Indonesia.
"Kita adalah negara terbesar di ASEAN. 40 persen ekonomi ASEAN adalah Indonesia. Hampir 40 persen populasi di ASEAN adalah Indonesia. Dan juga daratan, sekitar 40 persen daratan ASEAN adalah Indonesia," ungkap Rosan.
"Jadi Indonesia, pasti kita ingin menjadi negara berpenghasilan tinggi. Saat ini kami berada di negara berpenghasilan menengah dan memiliki semua angka yang sangat penting ini hari ini memberi kami kepercayaan diri untuk bekerja dengan anda semua," lanjutnya.
#investasi #rosan-roeslani #ekspor #kerja-sama-ekonomi #energi-terbarukan