Game

Game "Call of Duty" Pecahkan Rekor, Lewati Penjualan GTA

Game 'Call of Duty:' memecahkan rekor penjualan. Franchise ini terjual 500 juta kopi, melewati GTA. Halaman all

(Kompas.com) 03/11/24 08:00 17397100

KOMPAS.com - Game tembak-menembak (shooter) Call of Duty: Black Ops 6 (COD: BO6) memecah rekor, sebagai game Call of Duty dengan jumlah pemain, jumlah jam permainan yang tercatat, serta total pertandingan (match) terbanyak, pada tiga hari sejak peluncuran.

Waralaba (franchise) Call of Duty kini sudah terjual lebih dari 500 juta kopi, sejak game ini pertama kali debut pada 2003.

Sebagai perbandingan, franchise populer Grand Theft Auto(GTA) sudah terjual sekitar 430 juta kopi.

Dalam presentasi kinerja keuangan yang dihelat Microsoft pada Rabu (30/10/2024), Satya Nadella selaku CEO Microsoft mengatakan bahwa peluncuranCOD Black Ops 6 juga memecah rekor penambahan pelanggan layanan Game Pass, meskipun jumlahnya tidak dirincikan.

Nadella pun menjelaskan bahwa penjualan COD Black Ops 6 di konsol PlayStation dan platform distribusi PC Steam, meningkat 60 persen dari tahun ke tahun (year-over-year/YoY) dibandingkan Call of Duty: Modern Warfare III yang dirilis tahun lalu.

Tidak dijelaskan penjualan game shooter anyar ini di konsol Xbox.

Sebagai informasi, Call of Duty diterbitkan oleh studio Activision, yang resmi diakuisisi oleh Microsoft pada Oktober 2023 dengan nilai transaksi mencapai 68,7 miliar dollar AS (setara Rp 986 triliun pada Oktober 2023, kini Rp 1.078 triliun).

Game Pass sendiri adalah layanan berlangganan Xbox (brandgaming di bawah Microsoft) yang memungkinkan pemain menikmati ratusan lebih game dengan harga terjangkau, termasuk Call of Duty: Black Ops 6.

Secara garis besar, ada dua jenis layanan Game Pass yang tersedia, yakni PC Game Pass untuk platform PC dan Xbox Game Pass untuk konsol Xbox.

PC Game Pass dibanderol Rp 64.999 per bulan, sedangkan Xbox Game Pass dijual 14,99 dollar AS (Rp 235.672) per bulan.

Sebagai perbandingan, Call of Duty: Black Ops 6 bisa dibeli seharga Rp 1 juta.

Dengan Game Pass, pemain bisa menikmati COD Black Ops 6 dan ratusan game lainnya dengan harga lebih murah, walaupun gamer harus mengeluarkan biaya langganan setiap bulannya.

Jika tidak membayar, pemain kehilangan akses ratusan game tersebut.

Terus menghasilkan uang

Chief Financial Officer Microsoft, Amy Hood mengatakan bahwa peluncuran Call of Duty: Black Ops 6 berbeda dari Modern Warfare III.

Sebagian besar pembelian untuk Modern Warfare III dilakukan pada kuartal keuangan pertama sejak tanggal peluncurannya.

Namun, Hood memperkirakan Black Ops 6 akan terus menjadi penghasil uang pada masa yang akan datang.

Alasannya, Black Ops 6 sejak peluncurannya sudah dihadirkan di layanan Game Pass.

Pemain yang ingin menikmati game itu di Game Pass harus tetap berlangganan jika ingin memainkannya, sehingga mereka akan mengeluarkan uang setiap bulannya.

Berikutnya, Black Ops 6 membutuhkan koneksi internet. Dengan begitu, gamer di Xbox tetap harus berlangganan Xbox Game Pass, yang memang menghadirkan akses online, sehingga mirip seperti layanan PlayStation Plus (PS Plus).

Ini berbeda dari versi PC yang bisa menikmati mode online tanpa biaya tambahan.

Terlepas dari itu, berkat Black Ops 6 dan perilisan lainnya, pendapatan konten dan layanan Xbox disebut meningkat 61 persen.

"Hasilnya melampaui ekspektasi, yang didorong oleh kinerja yang lebih baik dari yang diharapkan, baik pada konten pihak pertama (first-party) maupun ketiga (third-party) serta konsol," kata Hood.

Sesuai perkiraan

Steam Call of Duty: Black Ops 6
Angka penjualan dan jumlah pemain yang tinggi ini sudah diperkirakan sebelum peluncuran Black Ops 6.

Selain karena kepopuleran merek Black Ops, kehadiran game ini di layanan Game Pass juga menjadi alasan mengapa kesuksesan game ini terbilang wajar.

Sebelumnya, bos perusahaan Take-Two (pemilik label Rockstar Games, Zynga, 2K) Strauss Zelnick memperkirakan bahwa Call of Duty akan mendorong penambahan jumlah pelanggan Game Pass, tetapi hanya untuk sementara waktu.

Menurut Zelnick, merilis game baru yang besar ke dalam layanan berlangganan tidak masuk akal dan merupakan "kesempatan yang hilang" untuk penjualan, sebagaimana dicatat KompasTekno dari GameSpot, Minggu (3/11/2024).

Di sisi lain, analis dari firma manajemen finansial Wedbush, Michael Pachter mengatakan bahwa kehadiran COD: BO6 di Game Pass dapat menyebabkan kerugian penjualan hingga 6 juta unit.

Pachter memperkirakan bahwa sebanyak 25 persen pelanggan Game Pass akan tetap membeli Black Ops 6.

Ia juga mengatakan bahwa Microsoft dapat memperoleh sebanyak empat juta pelanggan Game Pass baru karena BO6.

Laris di Steam

Peluncuran COD Black Ops 6 di platform distribusi milik Valve, Steam bisa dibilang sukses. Sebab, dalam empat minggu terakhir, Call of Duty: Black Ops 6 menjadi game terlaris di Steam, meskipun harga beli game tersebut mencapai Rp 1 juta.

Peringkat Call of Duty: Black Ops 6 di daftar "Top Sellers" (Game Terlaris) di Steam naik 31 peringkat menjelang tanggal rilisnya.

Game shooter ini mampu mengalahkan Dragon Age: The Veilguard, EA Sports FC 25, Factorio, Hogwarts Legacy, dan Monster Hunter Wilds.

Namun demikian, tidak diketahui berapa jumlah gamer yang sudah membeli Call of Duty: Black Ops 6 di Steam.

Jumlah gamer yang memainkan Call of Duty: Black Ops 6 juga meroket di Steam.

Menurut situs basis data SteamDB, jumlah rata-rata pemain bersamaan (concurrent players)Call of Duty yang biasanya mencapai 60.000 hingga 70.000 pemain kini meroket menjadi 258.272 pemain.

Jumlah pemain bersamaan puncaknya (peak concurrent players) adalah 306.460 gamer, yang diraih pada 27 Oktober pukul 02.50 WIB pagi.

Angka ini lebih tinggi dibanding jumlah pemain bersamaan Call of Duty: Modern Warfare 3 dengan jumlah pemain mencapai 177.881 gamer.

#call-of-duty #activision #microsoft #playstation #pc #call-of-duty-black-ops-6 #cod-black-ops-6 #xbox

https://tekno.kompas.com/read/2024/11/03/08000007/game-call-of-duty-pecahkan-rekor-lewati-penjualan-gta