Canalys: Pengiriman Ponsel Dunia Naik 5 Persen, Samsung Terbanyak
Menurut Canalys, jumlah pertumbuhan pengiriman ponsel ini merupakan performa kuartal III yang terkuat, khususnya semenjak 2021. Halaman all
(Kompas.com) 04/11/24 07:03 17443389
KOMPAS.com - Perusahaan riset pasar Canalys menerbitkan laporan terbarunya terkait pengiriman (shipment) smartphone global sepanjang kuartal III-2024 (Juli-September).
Menurut Canalys, pengiriman smartphone pada triwulan tersebut tembus 309,9 juta unit, tumbuh 5 persen dari tahun ke tahun (year-on-year/YoY).
Catatan firma riset, ini merupakan performa pertumbuhan kuartal III terkuat, khususnya sejak kuartal.
Pertumbuhan itu didorong oleh peluncuran produk yang sesuai kebutuhan pengguna, secara agresif dari berbagai vendor, sehingga mendorong tingkat upgrade perangkat.
Dalam laporan yang sama, Canalys merangkum lima besar vendor smartphone kuartal III-2024.
Samsung memimpin daftar tersebut dengan total pengiriman sekitar 57,5 juta unit. Disusul Apple pada peringkat kedua dengan total pengiriman 54,5 juta unit.
Selain kedua merek kenamaan itu, tiga peringkat lainnya diisi oleh Xiaomi, Oppo dan Vivo. Berikut daftar lengkapnya berikut rincian total pengiriman masing-masing.
- Samsung - 57,5 juta unit
- Apple - 54,5 juta unit
- Xiaomi - 42,8 juta unit
- Oppo - 28,6 juta unit
- Vivo - 27,2 juta unit
Canalys menyebutkan bahwa performa Samsung pada periode itu didukung oleh pengiriman smartphone entry-level. Namun firma riset ini tidak merinci model yang dimaksud.
Sementara pengirimam Apple didukung oleh sejumlah faktor, di antaranya kombinasi dari saluran dan rantai pasokan yang dioptimalkan. Selain itu, pengumuman fitur kecerdasan buatan (AI) juga turut memantik permintaan konsumen.
"Usai pengumuman Apple Intelligence di WWDC, konsumen secara aktif melakukan upgrade dari iPhone 12 dan iPhone 13 untuk menyambut teknologi itu," kata Le Xuan Chiew, analis di Canalys dalam keterangan yang diterima KompasTekno, Senin (4/11/2024).
Faktor lainnya yaitu produksi iPhone yang kini diperluas ke India, sehingga membantu memenuhi permintaan pre-order serta merangsang permintaan di wilayah setempat berkat harga yang bersaing.
"Produksi tambahan iPhone generasi sebelumnya seperti iPhone 13 dan iPhone 15 di India, semakin memperkuat pengiriman Apple ke AS dan Eropa, memungkinkannya merebut kembali pangsa pasar di segmen kelas menengah," jelas Chiew.
SHUTTERSTOCK/LITTLEPIGPOWER Ilustrasi iPhone 15 Pro Max.Namun Canalys juga mewanti-wanti Apple bahwa kendala yang membuat fitur AI terlambat, bisa menghambat performa Apple pada kuartal selanjutnya.
Beralih ke Oppo, vendor ponsel China satu ini unggul di pasar smartphone low-end (segmen 100-200 dollar AS/Rp 1,5 juta - Rp 3,1 juta), khususnya di wilayah Asia Tenggara.
Menurut analis senior Canalys, Toby Zhu, pengiriman Oppo pada kuartal III-2024 didorong oleh perilisan ulang Oppo A3 series yang sukses di Asia Tenggara. Di wilayah yang sama, pertumbuhan Oppo bahkan sampai 30 persen YoY.
"Namun kenaikan biaya komponen menjadi tantangan bagi profitabilitas jangka panjang dan keberlanjutan strategi pasar massal. Untuk mengatasi tantangan ini, vendor memperluas fokus mereka ke pertumbuhan kelas menengah di pasar negara berkembang," ujar Zhu.
Karena itu, dua vendor ponsel China lainnya, Xiaomi dan Vivo juga berupaya meningkatkan penjualan smartphone kelas menengah ke atas.
Menurut Zhu, Xiaomi berupaya meningkatkan penjualan smartphone kelas menengah ke atas dengan mengarahkan konsumen ke model Pro, melalui berbagai saluran termasuk toko resmi Xiaomi.
Adapun Vivo memperluas model Vivo V40 series untuk menghadirkan lebih banyak varian dan meningkatkan penawaran produk kelas menengahnya.
Ramalan Canalys kuartal selanjutnya
Untuk kuartal selanjutnya, Canalys menyatakan pihaknya optimistis menyambut sisa tahun ini. Smartphoneentry-level dinilai tetap menjadi segmen yang penting terhadap volume dan pangsa pasar vendor ponsel, khususnya di pasar negara berkembang seperti Asia Tenggara dan Ameria Latin.
Namun, tekanan inflasi yang memangkas profitabilitas segmen tersebut akan menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan.
"Di pasar yang sudah matang seperti Amerika Serikat, China dan Eropa Barat, pertumbuhan segmen premium akan didorong oleh fitur AI," jelas Zhu tanpa memberikan estimasi jumlah unit ponsel yang akan terkirim pada triwulan mendatang.