Eksplorasi Batik Aceh untuk Modest Fashion Berkelanjutan

Eksplorasi Batik Aceh untuk Modest Fashion Berkelanjutan

Perancang Nina Nugroho mengeksplorasi batik Aceh menjadi koleksi busana bertema Peuhaba. Karyanya diperagakan dalam fashion show IN2MF (Indonesia International Modest Fashion Festival) 2024 di JCC, Ja

(InvestorID) 04/11/24 08:53 17447200

JAKARTA, investor.id – Perancang Nina Nugroho mengeksplorasi batik Aceh menjadi koleksi busana bertema Peuhaba. Karyanya diperagakan dalam fashion show IN2MF (Indonesia International Modest Fashion Festival) 2024 di JCC, Jakarta, Jumat (1/11/2024).

“Peuhaba berasal dari bahasan Aceh yang berarti ‘apa kabar’. Apa Kabar di sini mengingatkan kembali kepada kita semua tentang kekayaan budaya Aceh, keunikan, dan kesantunan dalam berbusana dan berinteraksi,” ujar Nina Septiana, sang desainer.

Aceh adalah salah satu daerah istimewa yang mengangkat hukum Islam sebagai panduan kehidupannya.  Selain itu, Aceh juga senada dengan semangat keberdayaan perempuan yang diangkat secara konsisten oleh Nina Nugroho karena ia adalah salah satu daerah yang memiliki pahlawan perempuan terbanyak. Sebagaimana singkatan dari namanya yaitu Arab, China, Eropa dan Hindia, Aceh juga merupakan cerminan kekayaan budaya, suku bangsa dan berbagai keanekaragaman di Indonesia.

Busana bertema Peuhaba ini dituangkan dalam 8 koleksi dengan menggunakan bahan utamanya yaitu batik Aceh bermotif pinto Aceh. ‘’Kehadiran batik pinto Aceh merupakan aksi nyata Nina Nugroho dalam mengembangkan sustainable modest fashion, sebagaimana tema IN2MF kali ini,’’ ungkap Nina Septiana.

Pinto Aceh merupakan kebanggaan Aceh yang memiliki makna kepribadian yang tidak mudah terbuka dengan masyarakat luar, namun bisa sangat akrab dengan penuh kehangatan apabila sudah saling mengenal. Sebagaimana masyarakat muslim di Indonesia yang memiliki kehangatan dan toleransi yang luar biasa. Dari tangan para UKM di Aceh, maka lahirlah berbagai lembaran kain batik dengan inspirasi Pinto Aceh.

Kolaborasi APR X DuniaTex X Matahari Dukung Fesyen Berkelanjutan di Jakarta Fashion Week 2025

Batik Pinto Aceh yang dibeli langsung dari para pengrajin batik di Aceh merupakan wujud kami membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi para pengrajin. Selain untuk fashion show Nina Nugroho juga menggunakannya sebagai bahan dasar untuk produksi series terakhirnya di tahun 2024 yaitu ‘Aceh Series’, sehingga terdapat pembelian kain batik dalam jumlah yang besar kepada UKM.

Batik Pinto Aceh ini merupakan inovasi tersendiri karena dibuat dengan menggunakan warna dasar gelap, tidak seperti biasanya yang menggunakan warna terang dan menyala. Hal ini merupakan bentuk penyesuaian agar dapat digunakan oleh para pecinta batik diluar daerah Aceh. Dan sangat cocok dijadikan bahan dasar untuk busana kerja. Jadi batik pinto aceh ini dapat menjadi pilihan selain batik-batik dari daerah lain yang sudah lebih dulu terkenal.

Sebagai ciri khas busana, Nina Nugroho tidak lupa menggunakan detil berupa piping, pleats dan double manset (wudhu friendly). Detil ini memberi kesan kekuatan dan ketegasan seorang perempuan pada busana kerja muslimah profesional bagi para pengguna setianya.

Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #fashion #batik-aceh #nina-nugroho #modest-fashion #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/lifestyle/378961/eksplorasi-batik-aceh-untuk-modest-fashion-berkelanjutan