Insentif PPN DTP Properti Berpotensi Dilanjutkan Tahun Depan
'Bapak Presiden ingin agar quick wins dalam first quarter tahun depan bisa dijaga,' ujar Airlangga. Halaman all
(Kompas.com) 04/11/24 14:00 17459249
KOMPAS.com - Pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk sektor properti kemungkinan akan kembali dilanjutkan tahun 2025.
Sebab, PPN DTP properti menjadi salah satu insentif yang akan diusulkan berlanjut tahun depan untuk mendukung peningkatan capaian ekonomi pada awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu menjadi pembahasan dalam Rapat Koordinasi Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama tujuh Kementerian dalam lingkup koordinasi Kemenko Perekonomian pada Minggu (3/11/2024).
Memimpin rapat, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa rapat koordinasi ini untuk membahas hal yang ditargetkan Prabowo serta konsolidasi program jangka pendek.
"Bapak Presiden ingin agar quick wins dalam first quarter tahun depan bisa dijaga. Itu mungkin beberapa hal yang perlu diperhatikan," ujarnya dikutip dari laman resmi Kemenko Bidang Perekonomian.
Lebih lanjut, Airlangga juga menyampaikan bahwa terdapat sejumlah regulasi prioritas yang perlu segera diselesaikan Pemerintah untuk mendukung program prioritas di bidang perekonomian, yakni tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi terkait Judicial Review (JR) Undang-Undang Cipta Kerja, hingga perubahan Peraturan Pemerintah mengenai Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).
Selain itu, sejumlah insentif prioritas juga akan diusulkan dalam waktu mendatang, di antaranya Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) dan PPN DTP untuk Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB), PPN DTP untuk properti, hingga program pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), KUR Alsintan, dan Kredit Revitalisasi Industri Padat Karya.
"Sejumlah program kerja tiap sektor juga menjadi pembahasan dalam Rakortas tersebut, salah satunya terkait dengan penyesuaian tiket pesawat domestik agar lebih kompetitif," tandasnya.
Perumusan dan penyelarasan berbagai program tersebut akan digunakan sebagai piranti dalam mengoptimalkan potensi berbagai sektor ekonomi ke depan, sehingga diharapkan capaian perekonomian nasional dapat tumbuh lebih signifikan.
Menko Airlangga juga menekankan agar dapat mengoptimalkan potensi ekonomi dengan memperkuat kerja sama internasional melalui berbagai forum seperti Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) , The Indo-Pacific Economic Framework (IPEF), The Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), G20, The Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP), hingga BRICS.
"Selanjutnya, hasil dari Rakortas tersebut akan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan arahan lebih lanjut terkait dengan penyempurnaan dan pelaksanaan program ke depan," pungkas Airlangga.