Pendapatan dan Laba Bersih Emiten Sewa Forklift (SMIL) Terkerek

Pendapatan dan Laba Bersih Emiten Sewa Forklift (SMIL) Terkerek

Sarana Mitra Luas (SMIL), emiten layanan sewa forklift, membukukan peningkatan pendapatan hingga kuartal III. Laba bersih SMIL juga naik. - Halaman all

(InvestorID) 04/11/24 12:56 17459718

JAKARTA, investor.id – PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL), emiten layanan sewa forklift, membukukan pendapatan Rp 267,9 miliar hingga kuartal III-2024, meningkat 6,3% dibandingkan periode yang sama pada 2023 sebesar Rp 252,1 miliar. Laba bersih naik 5,3% menjadi Rp 56,6 miliar dari Rp 53,7 miliar, dengan margin konsisten di 21%.

Adapun laba kotor SMIL mencapai Rp 91,3 miliar atau turun 7,4% dari Rp 98,6 miliar karena peningkatan biaya depresiasi sebagai konsekuensi logis dari pertambahan jumlah armada forklift perseroan. Sedangkan EBITDA SMIL melonjak 33% menjadi Rp 145,7 miliar dari Rp 109,5 miliar.

Direktur Utama Sarana Mitra Luas (SMIL), Hadi Suhermin menjelaskan bahwa kinerja perusahaan masih sejalan dengan target 2024. “Meski laba kotor kuartal III-2024 sedikit turun akibat peningkatan biaya depresiasi, yang disebabkan oleh penambahan dan peremajaan unit – terutama untuk forklift listrik yang permintaannya terus meningkat seiring penerapan ESG – perusahaan tetap berhasil menjaga pertumbuhan laba bersih sebesar 5,3%,” kata dia dalam keterangannya, Senin (4/11/2024).

Hadi menegaskan, perseroan akan terus mengembangkan segmen rental forklift listrik sebagai komitmen untuk memastikan ketersediaan unit yang memadai guna memenuhi permintaan pelanggan. Langkah SMIL ini juga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan berkelanjutan, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pasar akan forklift listrik dan komitmen terhadap prinsip-prinsip ESG.

Adapun total aset SMIL per 30 September 2024 senilai Rp 858,3 miliar, turun tipis 2,1% dibandingkan posisi akhir Desember 2023 yang sebesar Rp 877 miliar. Meski nilai aset tidak lancar bertumbuh, namun perseroan berhasil menurunkan piutang usaha yang mencerminkan pengelolaan arus kas yang baik.

Kemudian, liabilitas SMIL turun 30,6% menjadi Rp 131,8 miliar dari Rp 190 miliar, terutama pada porsi utang sewa pembiayaan/leasing. Ekuitas perseroan juga menunjukkan pertumbuhan stabil, meningkat 5,7% mencapai Rp 726,5 miliar dibandingkan Rp 687 miliar pada akhir 2023. Hal itu memperkuat posisi keuangan perusahaan dan mencerminkan keberlanjutan dalam peningkatan nilai bagi pemegang saham.

Target 2024 

Sementara itu, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Sarana Mitra Luas (SMIL), Winston Suhermin menambahkan bahwa pihaknya optimistis mencapai target tahun ini. “Kami optimis mampu meraih target pendapatan tahun ini yang sebesar Rp 400 miliar, mengingat adanya pertumbuhan terhadap permintaan forklift. Estimasi pencapaian margin laba bersih minimal 20%,” ungkap dia.

Baru-baru ini, SMIL telah memperoleh rating kredit A- dengan prospek stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) pada Agustus 2024. Pencapaian rating ini menandai tonggak penting dalam perjalanan perseroan, yang mencerminkan kinerja finansial dan stabilitas yang kuat.

Hadi Suhermin juga menegaskan kembali optimisme kinerja SMIL ke depannya. “Dengan terus konsisten meningkatkan jumlah unit EV forklift, perseroan akan dapat memenuhi tren permintaan pasar dengan optimal. Selain itu, pemberian peringkat A- (stabil) oleh Pefindo makin memperkuat keyakinan kami, karena ini mencerminkan posisi pasar SMIL yang terdepan dalam bisnis penyewaan forklift, margin laba yang baik, dan profil keuangan kuat,” ujarnya.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #smil #sarana-mitra-luas #saham-smil #sewa-forklift #forklift-listrik #laba-smil #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/378982/pendapatan-dan-laba-bersih-emiten-sewa-forklift-smil-terkerek