Didorong Kenaikan Harga Kelapa Sawit, STAA Cetak Laba Rp 945,9 Miliar
Emiten perkebunan kelapa sawit, PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) membukukan pertumbuhan laba bersih hingga kuartal III-2024.
(Kompas.com) 04/11/24 12:10 17460089
JAKARTA, KOMPAS.com - Emiten perkebunan kelapa sawit, PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) membukukan pertumbuhan laba bersih hingga kuartal III-2024.
Capaian ini diraih perseroan seiring dengan meningkatnya harga kelapa sawit.
Berdasarkan dokumen laporan keuangan perusahaan, STAA mencetak laba bersih Rp 945,9 miliar hingga September 2024. Angka ini naik 68 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 561 miliar.
Foto by wirestock on Freepik Foto ilustrasi industri kelapa sawitPertumbuhan laba bersih itu selaras dengan penjualan perusahaan yang meningkat 15 persen secara tahunan menjadi Rp 4,4 triliun.
Head of Investor Relations STAA Kevin Wijaya mengatakan, pertumbuhan itu utamanya didorong oleh kenaikan harga minyak mentah kelapa sawit (CPO) sebesar 19 persen pada periode 9 bulan pertama 2024.
"Peningkatan harga jual produk turunan kelapa sawit mendorong kinerja positif ini," kata dia, dalam keterangannya, Senin (4/11/2024).
Adapun EBITDA perusahaan juga tumbuh 49,4 persen, mencapai Rp 1,5 triliun dengan marjin 33,7 persen. Sementara laba bersih kepada Pemilik Entitas Induk (PATMI) meningkat 70,1 persen secara tahunan menjadi Rp 831 miliar per kuartal III-2024.
Sementara total aset STAA tercatat meningkat 12,9 persen mencapai Rp 7,5 triliun dibandingkan akhir 2023 sebesar Rp 6,7 triliun.
Total ekuitas juga mengalami kenaikan, dari Rp 4,8 triliun di akhir 2023 menjadi Rp 5,4 triliun per kuartal III-2024, sementara liabilitas Perseroan naik dari Rp 1,9 triliun menjadi Rp 2,2 triliun.
Kevin bilang, secara operasional, perusahaan berhasil mencatatkan peningkatan produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 2,3 persen per kuartal III-2024, mencapai total produksi 708.870 ton. Selain itu, yield TBS per hektar juga meningkat sebesar 2,1 persen dengan rata-rata yield mencapai 17,8 ton per hektar.