Windows 10 Pensiun Tahun Depan, tapi Masih Paling Banyak Dipakai

Windows 10 Pensiun Tahun Depan, tapi Masih Paling Banyak Dipakai

Usia Windows 10 tinggal setahun lagi. Namun, jumlah penggunanya saat ini masih terbesar. Bahkan selisih jauh dengan Windows 11. Halaman all

(Kompas.com) 04/11/24 15:08 17461816

KOMPAS.com - Sistem operasi (OS) Windows 10 dipastikan akan pensiun pada 14 Oktober 2025 mendatang. Usia sistem operasi ini tinggal setahun.

Setelah tanggal itu, Microsoft selaku pembuat OS Windows tidak akan menyediakan pembaruan (update) keamanan atau dukungan teknis untuk Windows 10.

Meski dukungannya bakal disetop tahun depan, nyatanya Windows 10 masih menjadi sistem operasi Windows yang paling banyak dipakai oleh pengguna.

Menurut lembaga riset StatCounter, pangsa pasar Windows 10 sebesar 60,95 secara global per Oktober 2024. Artinya, sebanyak 60,95 persen pengguna Windows masih memanfaatkan sistem operasi Windows 10.

Angka ini menurun dari angka 62,79 persen pada akhir September 2024, dan dari 71,62 persen pada September 2023. Ini juga menjadi pertama kalinya pangsa pasar Windows 10 menurun ke angka 60 persen sejak tahun 2019.

Meski pangsa pasar ini turun, Windows 10 masih menjadi sistem operasi Windows paling populer.

Sebagai perbandingan, pangsa pasar Windows 11 per Oktober 2024 adalah 35,58 persen, diikuti Windows 7 sebesar 2,62 persen, Windows 8.1 sebesar 0,31 persen, Windows XP sebesar 0,24 persen, dan Windows 8 sebesar 0,18 persen.

Berikut ini urutan pangsa pasar sistem operasi Windows per Oktober 2024:

TechSpot Pangsa pasar sistem operasi Windows per Oktober 2024.
  • Windows 10 - 60,95 persen
  • Windows 11- 35,58 persen
  • Windows 7 - 2,62 persen
  • Windows 8,1 - 0,31 persen
  • Windows XP - 0,24 persen
  • Windows 8 - 0,18 persen
  • Sistem operasi Windows lainnya - 0,06 persen

Microsoft sendiri sudah menganjurkan pengguna agar segera beralih ke Windows 11. Sistem operasi Windows 11 ini juga kini meraih pangsa pasar tertinggi sejak OS tersebut debut tiga tahun lalu.

Angka 35,58 persen pangsa pasar Windows 11 ini mencerminkan peningkatan sebesar 2,13 persen dari bulan September 2024.

Peningkatan ini merupakan pergeseran yang penting dari pertumbuhan yang lambat tahun lalu.

Pada Oktober 2023, Windows 11 hanya menguasai 26,17 persen pangsa pasar, dengan perubahan yang kecil dari bulan ke bulan, dan beberapa kali juga mengalami penurunan.

Lonjakan terbaru ini menunjukkan bahwa pengguna makin mengadopsi sistem operasi terbaru Microsoft tersebut.

Membahas pasar sistem operasi secara keseluruhan yang mencakup platform seluler (mobile), Windows berada di posisi kedua dengan pangsa pasar 26,83 persen, meningkat 0,13 persen di Oktober 2024.

Sistem operasi Android memimpin dengan pangsa pasar 44,62 persen, sedangkan iOS berada di bawah Windows dengan pangsa pasar 18,49 persen.

Windows 11 makin populer

Ada sejumlah alasan mengapa adopsi Windows 11 makin masif.

Pertama, karena perangkat keras (hardware) lawas sudah mencapai akhir siklus hidupnya, pengguna cenderung memperbarui ke perangkat baru yang sudah terinstal Windows 11.

Sebagian besar laptop yang dijual sekarang pun sudah menghadirkan Windows 11 out of the box.

Selain itu, berakhirnya dukungan Windows 10 pada Oktober 2025 kemungkinan mendorong pengguna individu dan bisnis (enterprise), untuk mempertimbangkan pembaruan sistem operasi.

Microsoft juga aktif mempromosikan Windows 11, dengan menonjolkan fitur keamanan yang ditingkatkan, peningkatan kinerja, dan integrasi dengan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Pengenalan asisten AI Microsoft Copilot telah menjadi nilai jual yang signifikan bagi sistem operasi ini.

Pantauan KompasTekno di laptop kami yang masih menggunakan sistem operasi Windows 10, saat kami ingin melakukan update, kami langsung disambut menu yang mengajak kami untuk memperbarui sistem operasi ke Windows 11.

KOMPAS.com/Mikhaangelo Fabialdi Nurhapy Microsoft aktif mempromosikan pembaruan sistem operasi Windows 11.
Bunyi pesan tersebut adalah "Windows 11, version 23H2 is ready, and it\'s free!" (Windows 11 versi 23H2 sudah bisa diunduh secara gratis).

Kami tetap bisa memilih untuk menggunakan Windows 10, dan menunda pengunduhan Windows 11.

Tantangan adopsi Windows 11

Walaupun sebagian pengguna sudah mulai beralih ke Windows 11, transisi ini bukan tanpa tantangan.

Windows 11 memiliki persyaratan spesifikasi perangkat keras yang lebih ketat, sehingga tidak semua perangkat bisa menjalankan sistem operasi ini.

Windows 11 juga mewajibkan penggunaan modul chip Trusted Platform Module 2.0 (TPM 2.0) dan prosesor yang lebih anyar.

Keterbatasan ini boleh jadi berkontribusi pada tingkat adopsi yang lebih lambat dibandingkan versi Windows sebelumnya.

Kendati menghadapi tantangan ini, komunitas gaming telah menunjukkan kecenderungan yang lebih kuat terhadap Windows 11.

Data survei perangkat keras di platform distribusi game milik Valve, Steam, menunjukkan bahwa Windows 11 telah melampaui Windows 10 sebagai sistem operasi yang paling populer bagi para penggunanya.

Sebanyak 53,40 persen gamer Steam yang menjadi responden survei tersebut menggunakan Windows 11 64 bit. Di sisi lain, sebanyak 47,24 persen gamer masih memanfaatkan Windows 10 64 bit.

Bila tertarik, pengguna bisa mengunduh Windows 11 dengan mengakses kolom pencarian di komputer atau laptop dan mencari "Check for updates", lalu mengeklik opsi "Download and install" di bagian menu Windows 11.

Seperti yang sebelumnya disebutkan, pengguna masih bisa memakai Windows 10 setelah dukungannya dihentikan. Akan tetapi, sistem operasi itu tidak akan mendapatkan pembaruan keamanan, sehingga lebih rentan terpapar file berbahaya alias malicious software (malware).

Microsoft nantinya akan menawarkan pembaruan keamanan yang diperpanjang, tetapi sifatnya berbayar dan hanya berlaku satu tahun, sebagaimana dikutip KompasTekno dari TechSpot, Senin (4/11/2024).

#os #sistem-operasi #pangsa-pasar #windows-10 #windows-11 #microsoft

https://tekno.kompas.com/read/2024/11/04/15080087/windows-10-pensiun-tahun-depan-tapi-masih-paling-banyak-dipakai