Plus Minus Trump dan Harris Jika Menang Pilpres AS 2024

Plus Minus Trump dan Harris Jika Menang Pilpres AS 2024

Donald Trump maupun Kamala Harris punya program yang bisa berdampak ke RI. Siapa lebih baik untuk Pilpres AS 2024? - Halaman all

(InvestorID) 04/11/24 17:11 17471601

JAKARTA, investor.id – Pada asesmen terakhir, OJK menyebut ketidakpastian global akan semakin meningkat dipicu oleh perang di Timur Tengah hingga Pilpres AS. Sementara itu, Global Markets Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto menyebut asesmen yang harus diperhatikan ialah perkembangan geopolitik di AS yaitu Pilpres antara dua calon presiden (capes) yakni Donald Trump dan Kamala Harris.

“Ya, sejauh ini sih kalau saya lihat, plus minus ya, tapi kalau untuk melihat dampak yang relatif lebih minim volatilitasnya ke pasar keuangan dan kemudian ke sisi perekonomian global, saya rasa yang paling lebih disukai adalah kemenangan dari Kamala Harris,” sebut Myrdal Gunarto dalam Investor Market Today IDTV, Senin (4/11/2024).

Myrdal bilang bahwa kebijakan Donald Trump ke depan belum bisa diprediksi lebih lanjut. Namun demikian, program-program Trump terkait dengan penurunan dari sisi biaya kredit dan kemandirian energi untuk melakukan eksplorasi, sehingga kemungkinan membuat harga minyak akan relatif menurun.

Di sisi lain, Pasar mengkhawatirkan kepemimpinan Trump mengenai kebijakan fiscal expansionary, kebijakan proteksionisme menyangkut imigrasi, barang-barang dari luar negeri, maupun kebijakan anti-mobil listrik. “Ya, jadi kalau dilihat sih dari sisi bisnis, ya tentu lebih banyak yang menginginkan yang menang itu adalah Kamala Harris,” beber dia.

Menurut Myrdal, masing-masing capres AS memiliki program yang diunggulkan seperti dari sisi Trump tentang pemangkasan pajak korporasi yang kemungkinan bisa sangat rendah di bawah 17%.

Sementara Kamala Harris justru sebaliknya, dia akan melaksanakan kebijakan kenaikan pajak untuk orang kaya maupun ke pelaku bisnis besar. Dengan demikian, jika yang terpilih adalah Donald Trump, tentu kebijakan fiskal AS bakal relatif expansionary.

“Jadi ada kebijakan relaksasi pajak, dan sisi yang lain kelihatannya juga akan mendorong aktivitas eksplorasi energi di Amerika Serikat, sehingga untuk kemandirian energi di sana bisa terjaga dengan baik, tapi dampaknya tentu ini bisa membuat level inflasi di Amerika Serikat mengalami kenaikan,” jelas Myrdal.

Buntutnya lanjut dia, bank sentral akan merespons pemangkasan suku bunga tidak secara agresif atau mungkin tidak turun sama sekali. Skenario tersebut akan berdampak pada aktivitas aliran dana atau investasi ke emerging market seperti Indonesia. Disisi lain, dari Kamala Harris digadang-gadang melalui sejumlah program yang diusuang tidak akan membuat perubahan secara drastis. Ini juga terkait dengan Harris yang juga berstatus sebagai suksesor Presiden Joe Biden.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #pilpres-as-2024 #donald-trump #kamala-harris #pasar-keuangan #myrdal-gunarto #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/macroeconomy/379009/plus-minus-trump-dan-harris-jika-menang-pilpres-as-2024