Pertamina Punya Dirut Baru, Rencana IPO Anak Usaha Bakal Lanjut?

Pertamina Punya Dirut Baru, Rencana IPO Anak Usaha Bakal Lanjut?

Rencana IPO anak usaha Pertamina, yang baru saja memiliki dirut baru Simon Aloysius Mantiri, bakal lanjut?

(Bisnis.Com) 04/11/24 16:51 17474474

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero), yang baru saja memiliki direktur utama baru usai Simon Aloysius Mantiri menggantikan Nicke Widyawati. Rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) anak usahanya yang sempat mencuat bakal lanjut?

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berharap Pertamina bisa membuat lebih banyak terobosan ke depan seiring dengan susunan direksi dan komisaris yang baru.

Kementerian BUMN dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Senin (4/11/2024), resmi mengangkat Simon Aloysius Mantiri sebagai Direktur Utama Pertamina untuk menggantikan Nicke Widyawati yang telah menjabat sejak 2018.

Kementerian BUMN juga merombak susunan komisaris Pertamina. Mochamad Iriawan atau Iwan Bule ditunjuk sebagai Komisaris Utama, Dony Oskaria sebagai Wakil Komisaris Utama, Raden Adjeng Sondaryani didapuk sebagai Komisaris Independen.

Dia juga telah menitipkan sejumlah poin penting guna mendorong kinerja perseroan ke depan.

“Ada beberapa poin yang saya titipkan dan saya yakin beliau bisa bekerja lebih maksimal, apalagi dengan terobosan-terobosan yang sudah didiskusikan langsung,” kata Erick saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, usai Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (4/11/2024).

Dia menuturkan bahwa ditunjuknya Simon Aloysius sebagai nakhoda baru Pertamina diharapkan dapat mendorong terobosan anyar di Pertamina.

Sejumlah anak usaha PT Pertamina dikabarkan berniat melakukan penawaran umum perdana saham atau IPO pada 2025.

Rencana IPO Anak Usaha Pertamina:

Diketahui terdapat dua anak usaha Pertamina yang berniat melakukan IPO pada tahun depan, yakni PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan PT Pertamina International Shipping (PIS).

1. PT Pertamina Hulu Energi (PHE)

Berdasarkan catatan Bisnis.com, Kamis (10/10/2024), PHE merupakan salah satu entitas anak perusahaan negara yang ditargetkan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2023. Namun, rencana tersebut ditunda karena Kementerian BUMN memandang momentum pasar kurang menarik.

Sepanjang 2023, PHE tercatat membukukan laba sebesar US$2,77 miliar. Perusahaan turut meraih pertumbuhan produksi migas sebesar 8% selama 10 tahun terakhir, dengan capaian 1,04 mmboepd (juta barel setara minyak per hari).

Kala itu, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan ada sejumlah hal yang perlu ditingkatkan PHE, sebelum nantinya dipertimbangkan untuk menggelar IPO.

Kartika mengatakan bahwa PHE saat ini sedang difokuskan untuk menggenjot eksplorasi dan produksi, serta meningkatkan merger and acquisition (M&A) di luar negeri.

“Dengan harapan, nanti produksi dan kapasitas mereka dalam negeri bisa meningkat dan mempunyai sumur-sumur luar negeri. Dan, baru setelah itu kami akan pertimbangkan lagi [untuk IPO],” ujarnya.

2. PT Pertamina International Shipping (PIS)

Selanjutnya, PIS menargetkan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada akhir 2025.

Corporate Secretary PIS M. Aryomekka Firdaus mengatakan bahwa IPO tersebut dilakukan guna memperbesar pendapatan dari perusahaan.

“Jadi itu merupakan salah satu cara dari beberapa corporate action kita, kita rencanakan IPO itu sekitar awal tahun 2026 atau akhir tahun 2025,” kata Aryomekka, Kamis (5/9/2024).

Aryo menyampaikan, target IPO pada akhir 2025 bukan tanpa alasan. Sebab, saat ini perusahaan sedang melakukan pembenahan internal terlebih dahulu.

Adapun, PIS menargetkan dapat membukukan pendapatan senilai US$8,9 miliar pada 2034. Target ini hampir tiga kali lipat dibandingkan pendapatan pada 2023 yang mencapai US$3,3 miliar.

Aryo menuturkan, langkah melantai di bursa merupakan salah satu upaya PIS untuk mencapai target pendapatan pada 2034 tersebut.

“Tapi kita melihat rencana IPO ini sebagai salah satu upaya kita untuk mencapai aspirasi revenue di 2034 ini,” ucapnya.

Sementara itu, sepanjang semester I/2024, PIS mampu membukukan laba sebesar US$280,9 juta atau sekitar Rp4,33 triliun (kurs jisdor Rp15.410). Perolehan ini naik 103% dibandingkan periode serupa pada tahun lalu yang berada di angka US$138,5 juta.

#pertamina #dirut-pertamina #erick-thohir #direktur-utama-pertamina #anak-usaha-pertamina #pertamina-ipo #simon-aloysius-mantiri

https://market.bisnis.com/read/20241104/192/1813141/pertamina-punya-dirut-baru-rencana-ipo-anak-usaha-bakal-lanjut