Harga Minyak Melonjak hampir 3% Berkat keputusan OPEC+
Harga minyak melonjak hampir 3% pada Senin (4/11/2024). Setelah keputusan OPEC+, apakah itu? - Halaman all
(InvestorID) 05/11/24 05:36 17489071
NEW YORK, investor.id - Harga minyak melonjak hampir 3% pada Senin (4/11/2024). Setelah OPEC+ memutuskan untuk menunda rencana peningkatan produksi selama satu bulan. Di sisi lain, investor juga menanti hasil pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) yang semakin dekat.
Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent melejit sebesar US$ 1,98 (2,7%) menjadi US$ 75,08 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS meningkat US$ 1,98 (2,85%) menjadi US$ 71,47 per barel. Minggu lalu, harga Brent tercatat turun sekitar 4% dan WTI merosot sekitar 3%.
Pada Minggu (3/11/2024), OPEC+ mengumumkan perpanjangan pemotongan produksi sebanyak 2,2 juta barel per hari (bph) hingga Desember, setelah sebelumnya penambahan produksi ditunda sejak Oktober akibat harga yang menurun dan permintaan yang lemah.
OPEC+, yang terdiri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak bersama Rusia dan sekutu lainnya, awalnya dijadwalkan untuk meningkatkan produksi bulanan sebanyak 180 ribu bph mulai Desember. Perpanjangan ini memunculkan keraguan terhadap komitmen OPEC+ untuk meningkatkan pasokan pada 2025.
"Pengumuman ini mungkin meredakan kekhawatiran akan \'perang harga\' OPEC+ yang baru," kata Walt Chancellor, ahli strategi energi di Macquarie.
Sekretaris Jenderal OPEC Haitham Al Ghais menyatakan, optimisme terhadap permintaan minyak dalam jangka pendek dan panjang. Sementara itu, laporan prospek energi tahunan dari TotalEnergies memprediksi bahwa permintaan global akan mencapai puncaknya setelah 2030.
CEO perusahaan energi Italia, Eni, juga menambahkan bahwa pemotongan pasokan OPEC+ dan upaya membatalkannya telah meningkatkan volatilitas pasar energi dan menghambat investasi produksi baru.
Produksi minyak OPEC meningkat pada Oktober setelah Libya menyelesaikan krisis politik. Namun, peningkatan produksi dibatasi oleh komitmen Irak untuk memenuhi pemotongan produksi yang telah disepakati dalam aliansi OPEC+. Produksi minyak Libya mendekati 1,5 juta bph, menurut Perusahaan Minyak Nasional (NOC) Libya.
Hasil Pilpres AS
Menjelang hari pemungutan suara Selasa (5/11/2024), kandidat presiden AS dari Partai Demokrat Kamala Harris dan kandidat Partai Republik Donald Trump bersaing ketat dalam jajak pendapat. Hasil Pilpres AS diperkirakan belum akan diumumkan segera setelah pemungutan suara selesai, memicu ketidakpastian pasar.
Investor juga memantau memanasnya ketegangan di Timur Tengah. Situs berita AS, Axios, melaporkan bahwa intelijen Israel mengindikasikan Iran sedang mempersiapkan serangan terhadap Israel dari Irak dalam beberapa hari mendatang.
Wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial Dennis Kissler mengatakan, ketegangan di Timur Tengah kembali menjadi perhatian utama para pedagang yang menanti respons Iran.
Sementara itu, para analis memperkirakan penurunan persediaan bensin dan distilat minggu ini, sementara stok minyak mentah diprediksi naik. Stok bensin AS telah mencapai level terendah dalam dua tahun pada pekan yang berakhir 25 Oktober.
Selain itu, pasar mengawasi badai tropis baru yang diperkirakan terbentuk pada Senin di Karibia dan dapat mengancam produksi minyak lepas pantai di Teluk Meksiko. Perusahaan energi Shell telah memindahkan personel non-esensial dari enam platform dan memperkirakan tidak ada dampak lain terhadap produksi di wilayah tersebut.
Perhatian investor minggu ini juga tertuju pada keputusan suku bunga The Fed pada Kamis (7/11/2024), di mana ekonom memprediksi penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin. Di China, Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional akan bertemu untuk menyetujui langkah-langkah stimulus tambahan guna mendorong ekonomi yang melambat.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-minyak #minyak-mentah #brent #wti #pilpres-as #opec #pemotongan-produksi-minyak #ketegangan-di-timur-tengah #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/379072/harga-minyak-melonjak-hampir-3-berkat-keputusan-opec