Wall Street Merosot Jelang Pilpres AS, Dow Jones Paling Babak Belur
Indeks-indeks Wall Street merosot pada Senin (4/11/2024), Dow Jones paling babak belur. jelang pilpres AS - Halaman all
(InvestorID) 05/11/24 04:51 17489083
NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street merosot pada Senin (4/11/2024), bahkan Dow Jones Industrial Average paling babak belur. Hal itu terjadi menjelang pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS). Ditambah lagi, potensi pemangkasan suku bunga oleh The Fed pekan ini.
Dikutip dari CNBC internasional, Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 258 poin (0,6%) menjadi ditutup 41.794,6. Sementara itu, S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun 0,3%. Selama sesi perdagangan, Dow Jones sempat anjlok lebih dari 400 poin, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq berfluktuasi antara zona hijau dan merah.
Hasil pilpres AS pada Selasa (5/11/2024) diperkirakan akan sangat mempengaruhi arah pasar saham hingga akhir tahun. Survei terbaru NBC News menunjukkan persaingan ketat antara mantan Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden Kamala Harris.
Ekonom dan kepala strategi pasar di New York Life Investments Lauren Goodwin menyebut, investor tampaknya berusaha memproyeksikan dampak perubahan kecil dalam persepsi siapa yang kemungkinan menang dalam pilpres AS. “Pilpres ini terlalu ketat untuk diprediksi. Siapa pun tidak memiliki keunggulan dalam memperkirakan hasilnya. Oleh karena itu, pergerakan pasar cenderung bersifat biner,” ujarnya.
Dampak lanjutan di pasar akan bergantung pada partai mana yang menguasai Kongres. Perubahan legislatif besar akan sulit tercapai jika kendali DPR dan Senat AS terbelah. Namun, jika salah satu partai berhasil memenangkan kedua lembaga tersebut dan Gedung Putih, hal ini dapat membuka jalan bagi rencana pengeluaran ambisius atau perubahan pajak.
Pasar mendapat dorongan stabil dari kenaikan saham Nvidia, yang naik 2% setelah S&P Dow Jones Indices mengumumkan bahwa perusahaan chip tersebut akan menggantikan Intel di indeks Dow Jones. Perubahan ini, yang mulai berlaku akhir pekan ini, terjadi karena Nvidia terus menunjukkan performa yang kuat, sementara Intel tertinggal dalam persaingan kecerdasan buatan. Sepanjang 2024, saham Nvidia telah melonjak 180%, sementara Intel kehilangan lebih dari setengah nilai pasarnya.
Sektor Saham
Di sisi lain, saham sektor utilitas membebani pasar setelah regulator federal menolak permintaan Talen Energy untuk meningkatkan kapasitas nuklir di salah satu pembangkit listrik di Pennsylvania guna memasok listrik ke pusat data Amazon. Namun, saham energi fosil dan tenaga surya mengalami kenaikan, seiring harga minyak yang naik 2%.
Selain pilpres AS, Wall Street juga menantikan keputusan terbaru dari The Fed pada Kamis (7/11/2024). Berdasarkan FedWatch Tool dari CME Group, para pelaku pasar memperkirakan kemungkinan 98% adanya pemangkasan suku bunga sebesar 0,25%. Sebelumnya, The Fed telah memangkas suku bunga sebesar 0,5% pada September.
Pergerakan pasar saham pada Senin terjadi di tengah reli obligasi pemerintah AS, yang menunjukkan bahwa sebagian investor mengurangi risiko menjelang hari Pilpres. Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun turun menjadi sekitar 4,31%, dibandingkan 4,36% pada Jumat (1/11/2024). Imbal hasil obligasi bergerak berlawanan arah dengan harga.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #wall-street #dow-jones #nasdaq #s-p-500 #pilpres-as #pemangkasan-suku-bunga #the-fed #saham-nvidia #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/stock/379069/wall-street-merosot-jelang-pilpres-as-dow-jones-paling-babak-belur