Ada Saham Emiten Tambang Tetiba Jadi Primadona, Gara-gara Ini?

Ada Saham Emiten Tambang Tetiba Jadi Primadona, Gara-gara Ini?

Saham Bumi Resources Minerals (BRMS) begitu diburu jadi primadona. BRMS bakal rilis lapkeu pada akhir November. - Halaman all

(InvestorID) 05/11/24 07:23 17492541

JAKARTA, investor.id - Saham emiten tambang emas, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mendadak jadi primadona yang laku diburu dalam beberapa waktu belakangan ini.

Pada perdagangan 4 November 2024 kemarin, saham Bumi Resources Minerals (BRMS) ditransaksikan sebanyak 1,98 miliar saham, frekuensi sampai 39.021 kali, dan nilai transaksi tembus Rp 776,11 miliar. Volume tersebut jauh di atas rata-rata volume BRMS dalam tiga bulan terakhir di 629,46 juta saham.

Saham BRMS naik 1,06% ke Rp 382 kemarin. Tapi juga sempat menyentuh Rp 408 yang merupakan level tertingginya dalam 10 tahun terakhir.

Bumi Resources Minerals adalah anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Di mana penerima manfaat akhir dari BUMI adalah Grup Bakrie dan Salim.

Saham BRMS diakumulasi kemarin. Broker UBS Sekuritas Indonesia mencatatkan net buy Rp 73,5 miliar, dan Mandiri Sekuritas net buy Rp 13,8 miliar.

Asing juga memborong saham Bumi Resources Minerals dengan nilai transaksi beli keseluruhan Rp 179 miliar, dan bukukan net buy Rp 43,5 miliar.

Saham BRMS dalam sebulan terakhir melejit 42,54%, dan dalam tiga bulan terakhir terbang 143,41% atau 1 bagger lebih.

Akhir November

Emiten tambang emas, Bumi Resources Minerals (BRMS) menyatakan bahwa laporan keuangan (lapkeu) kuartal III-2024 sedang diaudit.

Hal tersebut terkait dengan rencana perusahaan untuk mencari pembiayaan bank untuk mendanai belanja modalnya di masa depan. Belanja modal tersebut mencakup antara lain, pembangunan infrastruktur untuk memonetisasi prospek pertambangan bawah tanah di Palu, dan drilling campaign untuk meningkatkan ukuran sumber daya & cadangan bijih tembaga di proyek tambangnya di Gorontalo, Sulawesi.

Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Farras Farhan dan Hernanda Cahyo sempat menyebutkan bahwa kunjungan Samuel Sekuritas bersama direktur Bumi Resources Minerals (BRMS) ke beberapa fund manager mengungkap tingginya ketertarikan investor pada ekspansi perusahaan atas tambahan kapasitas 4.000 tpd dalam pengembangan, dan penambangan bawah tanah yang direncanakan pada tahun 2027 di Citra Palu Mineral (CPM).

Pendorong pertumbuhan Bumi Minerals (BRMS), lanjut mereka, adalah keterlibatan AP Investment/Salim Group yang Samuel Sekuritas harapkan mendorong CAGR 2024-2028F sebesar 22,0% pada tingkat EBITDA dan 19,2% untuk EPS.

“Karena itu, kami tegaskan kembali pandangan positif kami terhadap BRMS dengan TP Rp 500 (berbasis SOTP),mencerminkan US$ 26,6 EV/cadangan dan potensi kenaikan 35,9%. Beli,” ungkap Farras dan Hernando dalam risetnya belum lama ini.

Bumi Resources Minerals (BRMS) merupakan emiten yang dikendalikan PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Di mana penerima manfaat akhir dari BUMI adalah Grup Bakrie dan Salim.

CFO dan Direktur BRMS Charles Gobel mengungkapkan, perseroan bertujuan untuk mengamankan fasilitas pinjaman pada kuartal I-2025.

“Hal ini akan memungkinkan kami memulai pengembangan penambangan bawah tanah di Palu pada kuartal II-2025 dan memproses bijih emas grade yang lebih tinggi dari tambang bawah tanah pada akhir tahun 2027. Informasi lebih lanjut mengenai ukuran capex dan rencana pembiayaan akan diungkapkan bersamaan dengan pengumuman laporan keuangan kuartal III-2024 kami yang diaudit pada akhir November 2024,” jelas Charles dalam keterangan resmi belum lama ini.

Chief Investor Relations & Direktur BRMS, Herwin Hidayat menambahkan bahwa bulan September, pihaknya telah mengumumkan data sumber daya mineral JORC dari anak perusahaan BRMS, PT Citra Palu Minerals (CPM), dan penunjukan PT Macmahon Indonesia (anak perusahaan Macmahon Holdings Limited, Australia) sebagai kontraktor penambangan perusahaan di lokasi River Reef (Poboya, Palu).

“Pada akhir November 2024, kami berharap dapat mengungkapkan informasi data cadangan mineral JORC kamis, sebagai kelanjutan dari Laporan Sumber Daya Mineral kami. Data tersebut mencakup kadar emas yang lebih tinggi dari prospek bawah tanah,” sebut Herwin.

“Kami juga akan mengumumkan hasil laporan keuangan audit Q3-2024 kami yang luar biasa yang mencerminkan output emas yang lebih tinggi dan harga jual yang lebih tinggi pada akhir November 2024,” paparnya.

Pada Januari-September 2024, Bumi Resources Minerals (BRMS) membukukan 45.366 ons gold output. Dengan selling price US$ 2.347/ons.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #bumi-resources-minerals #brms #saham-brms #bakrie #salim #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/379080/ada-saham-emiten-tambang-tetibajadi-primadona-garagara-ini