Status Gunung Lewotobi Naik Jadi "Awas", Masyarakat Diimbau Tak Beraktivitas dalam Radius 7 Km
Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 7 kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, NTT Halaman all
(Kompas.com) 05/11/24 09:00 17493828
JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas kegunungapian (PVMBG) menaikkan status aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT) dari level III atau "Siaga" menjadi IV atau "Awas".
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 7 km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
"Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung atau wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 7 km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki serta sektoral 7 km pada arah Utara-Timur Laut dan 7 Km pada sektor Timur Laut," kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Selasa (11/5/2024).
Kemudian, PVMBG juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan Pemerintah Daerah (Pemda) serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya.
Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Selain itu, masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki juga diminta memakai masker atau penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
"Pemerintah daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung," kata Abdul Muhari.
Gunung api yang terletak Kabupaten Flores Timur, Provinsi NTT ini mengalami kenaikan kegempaan vulkanik. Berdasarkan pantauan PVMBG pada Minggu, 3 November 2024 pukul 23.57 waktu setempat atau Wita. Letusan berlangsung selama 1.450 detik.
Setidaknya ada enam desa di Kecamatan Wulanggitang, yaitu Desa Pululera, Nawokote, Hokeng Jaya, Klatanlo, Boru dan Boru Kedang yang terdampak erupsi ini.
Kemudian, sebanyak 4 desa di Kecamatan Ile Bura yang terdampak yaitu di Desa Dulipali, Nobo, Nurabelen dan Riang Rita.
Tidak hanya itu, ada juga empat desa, yaitu Desa Konga, Kobasoma, Bokang Wolomatang dan Watowara di Kecamatan Titehena yang turut terdampak.
BNPB memantau populasi jiwa terdampak sebanyak 2.734 KK/10.295 jiwa, dengan rincian di Kecamatan Wulanggitang 2.527 KK/9.479 jiwa dan Ile Bura 207 KK/816 jiwa.
Saat ini Masyarakat Desa Dulipali dan Desa Lewolaga, serta pemerintah Desa Lewolaga sudah menyiapkan tempat sekolah sebagai lokasi pengungsian.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Flores Timur telah memperpanjang status siaga darurat bencana Gunung Lewotobi Laki-laki hingga 96 hari, terhitung pada 27 September hingga 31 Desember 2024.
#bnpb #gunung-lewotobi-meletus #erupsi-gunung-lewotobi #gunung-lewotobi