Melirik Industri Yacht di Indonesia, Tinggi Peluang Minim Peminat

Melirik Industri Yacht di Indonesia, Tinggi Peluang Minim Peminat

Industri yacht punya peluang besar di pasar Indonesia mengingat Indonesia ialah negara kepulauan. Namun, sektor ini masih ini peminat. Halaman all

(Kompas.com) 05/11/24 11:11 17499097

KOMPAS.com - Industri yacht (kapal pesiar mewah berukuran lebih kecil) punya potensi besar di Indonesia, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan yang menawarkan keindahan alam dan budaya.

Namun, nyatanya peminat yacht saat ini masih tergolong minim di Indonesia. Peluang ini kemudian terendus oleh Yacht Sourcing, perusahaan kapal pesiar yang kini tengah mengenalkan yacht di Bali.

Kompas.com berkesempatan berbincang dengan CEO Yacht Sourcing, Boumedienne Senous, di atas yacht Fountain Pajot, yang tengah bersandar di Pelabuhan Benoa Marina, Bali, pada Sabtu (2/11/2024).

Peluang besar industri yacht

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Boum mengatakan bahwa ada banyak tempat dan kekayaan alam Indonesia yang saat ini masih belum terjelajahi dan diketahui khalayak ramai.

Dokumentasi Yacht Sourcing Potret salah satu yacht mewah Yacht Sourcing.

"Orang-orang menjelajahi Raja Ampat ataupun Pulau Komodo. Tapi saya bisa mengatakan bahwa ada sekitar 200 spot seperti Raja Ampat di Indonesia, ada banyak tempat luar biasa indah, dan itu belum terjelajahi," kata Boum, Sabtu (2/11/2024).

Ia menuturkan, umumnya orang-orang mengetahui spot wisata di Indonesia melalui media sosial atau sorotan kamera wisatawan yang banyak beredar di internet.

Namun, katanya, masih banyak tempat indah di lautan Indonesia yang mesti dijelajahi. Maka dari itu, Boum mengatakan bahwa menumpangi yacht dapat menjadi cara paling mudah menjangkau spot yang saat ini sulit diakses jalur darat maupun udara.

Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Potret interior yacht newah Fountaine Pajot Yacht Sourcing saat bersandar di Pelabuhan Marina, Bali, Sabtu (2/11/2024).

"Saya sudah berlayar ke timur dan utara Indonesia, seperti Sulawesi, Halmahera, Maluku, ada banyak tempat luar biasa di sana, yang bahkan orang-orang tidak tau keberadaannya," kata Boum.

Melihat hal ini, Boum meyakini bahwa yacht punya peluang besar, tidak hanya sebagai transportasi untuk berpindah ke tempat yang sulit dijangkau, tetapi juga dapat membantu mempromosikan industri pariwisata laut di Indonesia.

Yacht sebagai gaya hidup

Di luar negeri, seperti di Eropa, kata Boum, memiliki sebuah yacht bagi penduduk di sana ialah suatu hal yang umum, dan telah menjadi gaya hidup.

Dokumentasi Yacht Sourcing Potret salah satu yacht mewah Yacht Sourcing.

Ia mencontohkan, seperti owner yacht Fountain Pajot yang tengah kami tumpangi, ia menggunakan yacht untuk menikmati waktu bersama keluarga di tengah kesibukannya.

"Owner yacht ini menggunakan yacht untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya. Mengingat kalau di daratan, dia tidak punya waktu yang cukup bersama keluarga, karena dia bekerja sebagai seorang pebisnis," katanya.

Maka dari itu, sambungnya, yacht dapat menjadi salah satu cara untuk berwisata bersama keluarga dengan tujuan dan perjalanan yang lebih fleksibel.

Selain nyaman, berlayar menggunakan yacht pribadi menurutnya juga bisa memangkas waktu perjalanan.

"Saya memprediksi ini (yacht) akan popular beberapa tahun ke depan, dan saya percaya Indonesia adalah pasar dengan peluang yang besar," katanya.

Tantangan industri yacht di Indonesia

Namun demikian, keberadaan yacht di Indonesia saat ini masih belum terlalu populer. Inilah yang menjadi salah satu tantangan Boum dalam mengenalkan yacht seperti Fountain Pajot di Indonesia.

Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Potret interior yacht newah Fountaine Pajot Yacht Sourcing saat bersandar di Pelabuhan Marina, Bali, Sabtu (2/11/2024).

Sebagai orang yang tumbuh di lingkungan yang menilai bahwa berlayar menggunakan yacht adalah suatu gaya hidup, kata Boum, pandangan tersebut tidak bisa dipukul rata di Indonesia.

Mengingat, sebagian besar masyarakat Indonesia tidak berada di situasi tersebut. Maka dari itu, kata Boum, Yacht Sourching datang dengan pendekatan berbeda.

"Kita menjelaskan dan mengenalkan yacht dengan cara berbeda. Seperti pada malam hari (saat acara pengenalan oleh Yacht Sourching), mereka (tamu undangan) datang dari Jakarta ke sini (Bali) karena kami bisa memahami dan berdiskusi bersama (mengenai yacht)," katanya.

Selain itu, kata Boum, salah satu kendala yang dihadapi yaitu minimnya infrastruktur yang mendukung keberadaan yacht di Indonesia.

Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Potret interior yacht mewah Fountaine Pajot Yacht Sourcing saat bersandar di Pelabuhan Marina, Bali, Sabtu (2/11/2024).

Sederhananya, ketika seseorang hendak punya yacht, tentu harus ada pelabuhan yang memadai supaya yacht bisa bersandar dengan baik. Tantangan lainnya yang dihadapi oleh Boum yaitu minimnya pengetahuan masyarakat seputar yacht.

"Sementara itu, sisi baiknya adalah kompetitor yacht tidak banyak," katanya.

Menghadapi tantangan ini, Boum mengatakan pihaknya mencoba untuk terus beradaptasi dengan baik dan memberikan edukasi seputar yacht kepada pasar Indonesia.

Boum yakin industri yacht akan menjadi popular, khususnya di Bali pada masa depan. Mengingat, katanya, Bali termasuk ke dalam 10 destinasi popular di dunia.

"Saya yakin industri yacht dan wisata yacht akan semakin mengenalkan parwisata Indonesia," pungkasnya.

#kapal-yacht-masuk-perairan-indonesia #yacht-sourcing-di-bali #a-voyage-of-elegance #yacht-fontaine-pajot #yacht-sourcing

https://travel.kompas.com/read/2024/11/05/111100827/melirik-industri-yacht-di-indonesia-tinggi-peluang-minim-peminat