Seputar Pilpres AS 2024: Jadwal, Sistem, dan Hasil Survei Trump vs Harris
Berikut rangkuman jadwal, sistem, hingga hasil survei terbaru terkait Pilpres 2024 Amerika Serikat.
(Bisnis.Com) 05/11/24 12:40 17503001
Bisnis.com, JAKARTA — Amerika Serikat akan melakukan pemilihan presiden (pilpres) pada 5 November 2024. Bisnis telah merangkum jadwal, sistem, hingga hasil survei terbaru terkait Pilpres 2024 Amerika Serikat.
Sebagai negara dengan sistem demokrasi modern tertua sekaligus negara dengan perekonomian terbesar di dunia, hasil Pilpres 2024 Amerika Serikat (AS) akan berpengaruh secara global—baik secara ekonomi maupun politik. Warga AS akan memilih presiden dan wakil presiden untuk empat tahun ke depan.
Dalam Pilpres 2024 ini, tersisa dua calon presiden AS yaitu Donald Trump dan Kamala Harris. Trump merupakan kandidat dari Partai Republik dan Harris adalah calon dari Partai Demokrat.
Sebelumnya, Trump sudah sempat menjadi orang nomor satu di AS periode 2017—2021. Sementara itu, Harris merupakan wakil presiden AS petahana (2021—2024).
Berdasarkan konteks partai dalam perpolitikan AS dewasa ini, Republik lebih dikenal sebagai partai yang mendorong agar peran pemerintah dalam perekonomian dipangkas sehingga mendukung pengurangan pajak. Sebaliknya, Demokrat dikenal sebagai partai yang mendorong penguatan peran pemerintah dalam layanan sosial sehingga cenderung mendukung peningkatan pajak.
Jadwal Pilpres AS 2024
Berdasarkan data yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (Federal Election Commission) AS dan sejumlah sumber lain, terdapat tujuh tahapan penting dalam Pilpres 2024.
Pertama, Januari—Juni 2024: negara-negara bagian AS mengadakan pemilihan pendahuluan (primary) dan kaukus untuk memilih calon-calon presiden dari setiap partai.
Kedua, 15—18 Juli 2024: Konvensi Nasional Partai Republik diadakan di Milwaukee, Wisconsin. Di sini, para delegasi akan secara resmi memilih calon presiden dari Partai Republik.
Ketiga, 19—22 Agustus 2024: Konvensi Nasional Partai Demokrat akan berlangsung di Chicago, Illinois, untuk menominasikan calon resmi dari partai tersebut.
Keempat, September—Oktober 2024: debat calon presiden dan wakil presiden.
Kelima, 5 November 2024: pemungutan suara.
Keenam, Desember 2024: Dewan Pemilih (Electoral College) bertemu dan secara resmi memberikan suara mereka sesuai hasil di tiap negara bagian.
Ketujuh, 20 Januari 2025: pelantikan presiden dan wakil presiden AS periode 2025—2029 berdasarkan hasil Pilpres 2024.
Meski pelantikan baru terjadi pada tahun depan, tetapi hasil dari Pilpres 2024 AS biasanya sudah terproyeksi pada malam hari setelah pemungutan suara.
Sistem Pilpres AS
Notabenenya, Pilpres AS bukanlah \'pemilihan langsung\' seperti di Indonesia dengan pendekatan satu orang satu suara. Pilpres di AS menggunakan sistem Electoral College (EC) atau dewan pemilih.
Lalu, apa itu sistem EC? Melansir keterangan situs resmi usa.gov, setiap negara bagian di AS punya beberapa "utusan khusus" yang disebut electors atau perwakilan warga negara bagian untuk memilih presiden.
Jumlah electors tiap negara bagian berbeda-beda, tergantung seberapa besar penduduknya. Contohnya, negara bagian yang penduduknya banyak seperti California akan memiliki lebih banyak electors daripada negara bagian yang penduduknya kecil seperti Wyoming.
Ketika pemungutan suara, warga di negara bagian itu akan \'mencoblos\' siapa calon yang mereka suka. Lalu, calon dengan suara terbanyak di negara bagian tersebut akan “diberi” semua electors-nya (kecuali di dua negara bagian yang punya aturan berbeda, seperti Maine dan Nebraska yang menggunakan sistem proporsional).
Artinya, sistem EC menggunakan pendekatan "winner-takes-all" atau pemenang dapat semua. Calon yang mendapat suara terbanyak di satu negara bagian otomatis mendapat seluruh suara electors dari negara bagian itu. Misalnya, jika kandidat A menang di California, maka semua 55 electors dari California diberikan ke kandidat A.
Setelah semua negara bagian selesai milih, electors dari semua negara bagian berkumpul dan menghitung siapa calon yang mendapat suara terbanyak dari semua electors di seluruh negeri. Akhirnya, calon yang memiliki lebih dari setengah jumlah electors (minimal 270 dari total 538 electors) akan menjadi presiden AS.
Survei dan Pemilihan Anggota Kongres
Keunggulan Kamala Harris atas Donald Trump dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos menyusut pada putaran terakhir pemilihan presiden AS, dengan calon presiden dari Partai Demokrat itu unggul satu poin persentase atas Partai Republik, 44% berbanding 43%.
Mengutip Reuters pada Rabu (30/10/2024), jajak pendapat yang dilakukan selama tiga hari yang diselesaikan pada Minggu, menunjukkan hasil imbang menjelang pemilu 5 November 2024. Jajak pendapat tersebut memiliki margin kesalahan sekitar 3% di kedua arah.
Meskipun Harris telah mengungguli Trump dalam setiap jajak pendapat Reuters/Ipsos terhadap pemilih terdaftar sejak dia memasuki pemilu pada Juli 2024, keunggulannya terus menyusut sejak akhir September 2024. Jajak pendapat Reuters/Ipsos sebelumnya yang dilakukan pada 16—21 Oktober 2024 menunjukkan Harris, wakil presiden AS saat ini, unggul dua poin atas mantan Presiden Trump.
Jajak pendapat baru tersebut, yang menyurvei 1.150 orang dewasa AS secara nasional, termasuk 975 pemilih terdaftar, menunjukkan Trump memiliki keunggulan signifikan dibandingkan Harris dalam beberapa isu yang dianggap paling mendesak oleh para pemilih.
Ketika ditanya kandidat mana yang memiliki pendekatan lebih baik terhadap perekonomian, pengangguran, dan lapangan kerja, para pemilih dalam jajak pendapat tersebut memilih Trump dengan perolehan suara 47% berbanding 37%.
Trump memiliki keunggulan dalam bidang perekonomian selama masa kampanyenya dan 26% pemilih dalam jajak pendapat terbaru menyebutkan lapangan pekerjaan dan perekonomian sebagai masalah yang paling mendesak di negaranya. Sementara itu, 24% pemilih menyebutkan ekstremisme politik dan 18% yang menyebutkan masalah imigrasi.
Keunggulan terbesar Trump dalam hal kebijakan mungkin terletak pada masalah imigrasi, di mana ia telah mengajukan proposal garis keras yang mencakup deportasi massal migran ke negara tersebut secara ilegal. Sekitar 48% pemilih dalam jajak pendapat terakhir mengatakan pendekatan Trump terhadap imigrasi adalah yang terbaik, lebih tinggi dibandingkan 33% pemilih yang memilih Harris.
Jajak pendapat tersebut juga menunjukkan bahwa keunggulan Harris dalam isu ekstremisme politik semakin berkurang. Sekitar 40% pemilih dalam jajak pendapat tersebut mengatakan bahwa Trump memiliki pendekatan yang lebih baik dalam menangani ekstremisme politik dan ancaman terhadap demokrasi, dibandingkan dengan 38% pemilih yang memilih Trump.
Harris unggul dua poin dalam isu ini dibandingkan dengan keunggulan tujuh poin atas Trump dalam hal ekstremisme pada jajak pendapat 16—21 Oktober.
Pemilihan Anggota Kongres
Sebagai catatan, warga AS juga akan memilih calon anggota Kongres pada 5 November 2024 atau bersamaan ketika memilih calon presiden AS. Hanya saja, pemilih calon anggota kongres AS tidak menggunakan sistem EC namun pemilihan langsung.
Warga AS sendiri memilih anggota Kongres setiap dua tahun sekali, pada pemilu paruh waktu (midterm) dan Pilpres. Ada dua jenis anggota Kongres yang akan dipilih.
Pertama, Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) dengan total perebutan 435 kursi. Kedua, Senat yang mana setiap senator memiliki masa jabatan enam tahun, namun pemilihan dilakukan secara bergilir (sepertiga dari 100 kursi Senat dipilih setiap dua tahun).
Dalam konteks saat ini, Partai Republik mengendalikan DPR sementara Partai Demokrat bertanggung jawab atas Senat.
#pilpres-as-2024 #pemilu-as-2024 #pemilihan-presiden-as-2024 #pilpres-amerika-2024 #jadwal-pilpres-as #sistem-pemilihan-presiden-as #kamala-harris #donald-trump