Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2024 Ditopang Pertumbuhan Konsumsi Rumah Tanga
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan pertumbuhan ekonomi Kuartal III 2024 sedikit lebih rendah dari kuartal II 2024. Halaman all
(Kompas.com) 05/11/24 14:14 17507542
JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia periode Kuartal III 2024 akan di bawah kuartal sebelumnya yang sebesar 5,05 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan pertumbuhan ekonomi Kuartal III 2024 sedikit lebih rendah dari kuartal II 2024, yakni menjadi 5,02 persen.
“Pertumbuhan ekonomi Kuartal III 2024 diperkirakan berkisar 5,02 persen yoy dari kuartal sebelumnya 5,05 persen yoy,” kata Josua kepada Kompas.com, Senin (5/11/2024).
Josua menyebut, pertumbuhan ekonomi pada periode ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang diperkirakan tumbuh 5,03 persen yoy. Lebih tinggi dibandingkan pada Kuartal II 2024 yang sebesar 4,93 persen, tetapi lebih rendah dari Kuartal III 2023 yang sebesar 5,05 persen yoy.
Peningkatan laju konsumsi rumah tangga juga terindikasi dari beberapa indikator, seperti:
- Penjualan ritel pada akhir Kuartal III 2024 tercatat 4,7 persen yoy. Angka ini jauh lebih tinggi dari Kuartal II 2024 yang sebesar 2,72 persen yoy maupun Kuartal III 2023 yang sebesar 1,48 persen yoy.
- Indeks Kepercayaan Konsumen pada akhir Kuartal III 2024 juga menunjukkan kondisi yang baik, di mana tumbuh sekitar 1,5 persen yoy dibandingkan kuartal sebelumnya yang -2,98 persen yoy.
"Konsumsi yang solid tersebut ditopang oleh tren penurunan inflasi sisi penawaran, terutama inflasi harga bergejolak dan harga yang diatur pemerintah. Sementara inflasi inti cenderung menunjukkan tren peningkatan hingga akhir Kuartal III 2024 tercatat 2,09 persen yoy," jelasnya.
Di sisi lain, belanja pemerintah pada periode ini diperkirakan tumbuh 4,13 persen secara yoy. Angka ini meningkat dibandingkan belanja pemerintah pada kuartal sebelumnya yang sebesar 1,42 persen dan -3,93 persen pada tahun sebelumnya.
“Peningkatan laju belanja pemerintah terindikasi dari peningkatan belanja barang dan belanja pegawai,” ucapnya.
Secara keseluruhan, Josua memperkirakan, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2024 akan berkisar 5,04 persen yoy atau sedikit melambat dari tahun 2023 yang tercatat 5,05 persen yoy.
Faktor pelemahan daya beli
Sementara itu, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky memperkirakan pertumbuhan ekonomi RI pada Kuartal III 2024 sebesar 4,96 persen.
Dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi RI masih melambat karena masih terjadinya pelemahan daya beli dan tidak adanya faktor musiman yang mendorong pertumbuhan.
“Prediksi yang saya sampaikan dalam Outlook ini untuk PDB Indonesia Kuartal III 2024 adalah 4,96 persen dengan range 4,94-4,98 persen,” tulis Riefky dalam laporannya, dikutip Selasa (5/11/2024).
Dia juga memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,03 persen secara keseluruhan tahun 2024 dan tumbuh stagnan 5,1 persen pada 2025.
Hal ini dikarenakan pelemahan daya beli masih terjadi. Bahkan jika pemerintah mengambil langkah drastis dengan menerapkan transformasi struktural, dampaknya kemungkinan baru akan termaterialisasi dalam jangka menengah hingga panjang.
“Dan mungkin tidak memiliki peningkatan yang signifikan dalam angka pertumbuhan ekonomi tahun 2025,” ungkapnya.