Rupiah Menguat, Mayoritas Trader Hindari Risiko Sebelum Pemilu AS

Rupiah Menguat, Mayoritas Trader Hindari Risiko Sebelum Pemilu AS

Mata uang rupiah ditutup menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (5/11/2024). - Halaman all

(InvestorID) 05/11/24 15:46 17511149

JAKARTA, investor.id – Mata uang rupiah ditutup menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (5/11/2024). Mayoritas trader tetap menghindari risiko sebelum pemilihan umum (pemilu) AS, sebut Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi.

Pada perdagangan Selasa sore, nilai tukar (kurs) rupiah uang rupiah ditutup menguat tipis empat poin sebelumnya sempat melemah 30 poin dan bertengger di level Rp 15.748 dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 15.753 per dolar AS.

“Para trader sebagian besar tetap menghindari risiko sebelum pemilihan presiden AS yang diperebutkan dengan sengit di kemudian hari, yang melemahkan taruhan pada pemotongan suku bunga yang lebih dalam oleh The Federal Reserve (The Fed), membuat para trader waspada dan berdampak terhadap kedigdayaan indeks dolar AS,” jelas Ibrahim.

Salam pertemuan The Fed pekan ini, The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps), lebih kecil dari pemangkasan sebesar 50 bps yang dilakukan pada September 2024. Namun, prospek pemangkasan di masa mendatang akan diawasi dengan ketat, terutama karena data terbaru menunjukkan kekuatan ekonomi AS dan inflasi yang tinggi.

Sebelumnya, data penggajian nonpertanian (NFP) AS menunjukkan penurunan tipis di pasar tenaga kerja. Tren ini memberi dorongan The Fed untuk terus memangkas suku bunga.

Di AS, pemilu memanas saat Donald Trump dan Kamala Harris menuju pemilihan presiden yang ketat. Pemungutan suara secara langsung akan dimulai pada Selasa waktu setempat.

Di China, rapat NPC menjadi fokus untuk isyarat stimulus lebih lanjut Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional. Badan politik paling berkuasa di negara itu memulai rapat empat hari sejak Senin (4/11/2024).

NPC diperkirakan akan menyetujui lebih banyak pengeluaran fiskal oleh pemerintah, terutama setelah pemerintah China menguraikan serangkaian langkah fiskal yang ditujukan untuk mendukung pertumbuhan.

Dilihat dari sisi internal, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2024 mencapai 4,95% dari tahun ke tahun YoY). Produk domestik bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku pada kuartal III-2024 mencapai Rp 5.638,9 triliun. Sedangkan PDB berdasarkan harga konstan mencapai Rp 3.279,6 triliun.

Pertumbuhan ekonomi RI kuartal III-2024 tumbuh 4,95% dari kuartal sebelumnya. Namun, pada kuartal II-2024 pertumbuhan ekonomi masih lebih tinggi yakni 5,05% secara YoY, dibandingkan dengan triwulan II-2024 tumbuh 1,50% secara kuartalan (QoQ).

Sebelumnya, konsensus ekonom yang dihimpun Bloomberg menghasilan nilai tengah (median) proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5%. Berdasarkan proyeksi itu, terdapat peluang pertumbuhan ekonomi kuartal III-2024 lebih rendah dari kuartal sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.

“Lemahnya ekonomi Indonesia ini akibat tak ada momen pendorong seperti Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) selayaknya kuartal pertama dan kedua tahun ini. Alhasil, konsumsi masyarakat berpotensi lebih rendah. Di sisi lain, investasi yang tumbuh melambat pada kuartal III-2024 akan berdampak pada kontribusi pertumbuhan PDB,” terang Ibrahim.

Ibrahim menakar indeks rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup menguat pada Rabu (5/11/2024) di rentang Rp 15.640 sampai dengan Rp 15.750 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #rupiah #mata-uang-rupiah #rupiah-menguat #nilai-tukar-rupiah #kurs-rupiah #indeks-rupiah #dolar-as #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/379135/rupiah-menguat-mayoritas-trader-hindari-risiko-sebelum-pemilu-as