Maluku dan Papua Catat Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi
Pertumbuhan ekonomi di Maluku dan Papua tercatat sebesar 6% pada kuartal III-2024, tapi hanya berkontribusi 2,66% ke ekonomi nasional. - Halaman all
(InvestorID) 05/11/24 16:16 17515634
JAKARTA, investor.id – Kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 6% pada kuartal III-2024. Angka ini berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 4,94%. Provinsi Maluku dan Papua memberikan kontribusi sebesar 2,66% ke pertumbuhan ekonomi kuartal III-2024.
“Pertumbuhan ekonomi di wilayah Maluku dan Papua utamanya didorong oleh pertumbuhan di Provinsi Papua Barat dimana sumber pertumbuhan ekonomi untuk Maluku dan Papua ini ditopang oleh industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Selasa (5/11/2024).
Jika dirinci provinsi yang menyokong pertumbuhan ekonomi di kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua adalah Papua Barat (3,77%), Papua (0,92%), Maluku (0,66%), Maluku Utara (0,65%). Sumber pertumbuhan utama Pulau Maluku-Papua adalah industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi.
Pertumbuhan ekonomi untuk provinsi-provinsi di Pulau Sulawesi mencapai 5,87% dan memberikan kontribusi 7,23% pada kuartal III-2024. Bila dirinci pertumbuhan ekonomi di Pulau Sulawesi terbagi dalam Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 2,27%, Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 2,09%, Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 0,66%; Provinsi Sulawesi Utara 0,61%; Provinsi Gorontalo sebesar 0,15%; dan Provinsi Sulawesi Barat sebesar 0,09%.
“Sumber pertumbuhan utama Sulawesi adalah industri pengolahan, pertanian, kehutanan, dan perikanan serta perdagangan,” terang Amalia.
Pertumbuhan ekonomi di Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 5,28% dan memberikan kontribusi sebesar 2,82% pada kuartal III-2024. Bila dirinci pertumbuhan provinsi Bali dan Nusa Tenggara terbagi dalam Provinsi Bali sebesar 2,55%, Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar 1,93%, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 0,8%.
“Sumber pertumbuhan utama dari wilayah Bali Nusra adalah akomodasi dan makan minum; pertambangan dan penggalian; dan perdagangan,” kata Amalia.
Kontribusi Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan
Pertumbuhan ekonomi di Pulau Kalimantan sebesar 5,2% dengan andil 8,15% ke pertumbuhan ekonomi kuartal III-2024. Bila dirinci terbagi dalam Kalimantan Timur sebesar 2,89%, Kalimantan Selatan sebesar 0,78%, Kalimantan Barat sebesar 0,74%, Kalimantan Tengah sebesar 0,5%, Kalimantan Utara sebesar 0,29%.
“Penyumbang utama pertumbuhan di Pulau Kalimantan adalah lapangan usaha pertambangan dan penggalian kemudian konstruksi dan perdagangan,” terang Amalia.
Pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa sebesar 4,92% dan memberikan kontribusi terbesar yaitu 56,84% pada kuartal III-2024 Bila dirinci terbagi dalam Provinsi DKI Jakarta sebesar 1,37%, Provinsi Jawa Timur sebesar 1,26%, Provinsi Jawa Barat sebesar 1,12%, Provinsi Jawa Tengah sebesar 0,75%, Provinsi Banten sebesar 0,34%, dan Provinsi DI Yogyakarta sebesar 0,08%.
“Sumber pertumbuhan utama Pulau Jawa adalah industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi,” terang dia.
Pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera adalah 4,48% dan memberikan kontribusi sebesar 22,3% ke pertumbuhan ekonomi kuartal III-2024. Angka ini terbagi dalam Provinsi Sumatera Utara sebesar 1,2%, Provinsi Riau sebesar 0,74%, Provinsi Sumatera Selatan sebesar 0,71%, Provinsi Lampung sebesar 0,51%, Provinsi Kepulauan Riau sebesar 0,37%, Provinsi Sumatera Barat sebesar 0,31%, Provinsi Aceh sebesar 0,29%, Provinsi Jambi sebesar 0,26%, dan Provinsi Bengkulu sebesar 0,09%.
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #pertumbuhan-ekonomi #pertumbuhan-ekonomi-indonesia #pertumbuhan-ekonomi-kuartal-iii-2024 #ekonomi-maluku-dan-papua #ekonomi-sulawesi #ekonomi-kalimantan #ekonomi-jawa #n-a
https://investor.id/macroeconomy/379140/maluku-dan-papua-catat-pertumbuhan-ekonomi-tertinggi