ADRO Panas di Awal, BRMS di Akhir

ADRO Panas di Awal, BRMS di Akhir

Saham Adaro (ADRO) melonjak di awal perdagangan hari ini, lalu mereda di akhir. Saham Bumi Resources Minerals (BRMS) tancap gas di akhir. - Halaman all

(InvestorID) 05/11/24 16:10 17526089

JAKARTA, investor.id - Saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) yang sempat memanas di awal perdagangan 5 November 2024 dan melonjak lebih dari 9%. Akhirnya ditutup hanya naik 2,80% pada penutupan perdagangan 5 November.

Setidaknya 437,8 juta saham Adaro (ADRO) diperdagangkan, frekuensi 60,71 ribu kali, dan nilai transaksi tembus Rp 1,81 triliun.

Di sisi lain, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang agak pelan di awal perdagangan 5 November ini, malah ditutup melejit 7,85% ke Rp 412. Saham BRMS juga sempat menyentuh Rp 414 yang merupakan level tertingginya dalam 10 tahun terakhir.

Sebanyak 1,3 miliar saham BRMS ditransaksikan, frekuensi 27,31 ribu kali, dan nilai transaksi Rp 518,9 miliar.

Saham Adaro Energy Indonesia (ADRO) memanas di awal usai perseroan merilis koreksi pemanggilan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang rencananya digelar pada 18 November 2024 mendatang.

Sebagaimana disebutkan pada pemanggilan RUPSLB sebelumnya, mata acara rapat ada dua. Pertama, persetujuan penggunaan sebagian saldo laba perseroan untuk dibagikan sebagai tambahan dividen tunai final. Kedua, perubahan nama perseroan.

Dalam koreksi pemanggilan RUPLSB yang disampaikan pada 4 November 2024, dijelaskan secara lebih rinci mengenai kedua mata acara rapat tersebut.

Untuk mata acara pertama, direksi Adaro Energy (ADRO) menyebutkan besaran maksimal dividen final tambahan.

Direksi Adaro menyebutkan, perseroan bermaksud untuk mengusulkan kepada para pemegang saham perseroan untuk menyetujui penggunaan sebagian dari saldo laba perseroan per tanggal 31 Desember 2023 yang akan dibagikan sebagai tambahan dividen tunai final dalam jumlah sebesar-besarnya sampai dengan US$ 2,629 miliar atau sekitar Rp 41,4 triliun (dengan asumsi kurs Jisdor per 4 November Rp 15.751/USD).

Sebagaimana diketahui, Adaro Energy merencanakan pembagian tambahan dividen tunai final agar para pemegang saham perseroan, atas pilihannya sendiri, dapat berpartisipasi dalam pembelian saham PT Adaro Andalan Indonesia (AAI) melalui pelaksanaan penawaran umum oleh pemegang saham (PUPS).

Berdasarkan laporan keuangan per tanggal 31 Desember 2023, Adaro membukukan saldo laba belum dicadangkan sebesar US$ 5,15 miliar. Sedangkan kas dan setara kas, per 30 September 2024, sejumlah US$ 3,2 miliar.

Sementara itu, jika diasumsikan total tambahan dividen final Rp 41,4 triliun (berdasarkan kurs Jisdor per 4 November 2024) dan jumlah saham beredar Adaro sebanyak 30.758.665.900 saham, maka besaran dividen per sahamnya sekitar Rp 1.346/saham.

BRMS

Sementara itu, saham emiten tambang emas, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mendadak jadi primadona yang laku diburu dalam beberapa waktu belakangan ini.

Bumi Resources Minerals (BRMS) menyatakan bahwa laporan keuangan (lapkeu) kuartal III-2024 sedang diaudit. Hal tersebut terkait dengan rencana perusahaan untuk mencari pembiayaan bank untuk mendanai belanja modalnya di masa depan. Belanja modal tersebut mencakup antara lain, pembangunan infrastruktur untuk memonetisasi prospek pertambangan bawah tanah di Palu, dan drilling campaign untuk meningkatkan ukuran sumber daya & cadangan bijih tembaga di proyek tambangnya di Gorontalo, Sulawesi.

Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Farras Farhan dan Hernanda Cahyo sempat menyebutkan bahwa kunjungan Samuel Sekuritas bersama direktur Bumi Resources Minerals (BRMS) ke beberapa fund manager mengungkap tingginya ketertarikan investor pada ekspansi perusahaan atas tambahan kapasitas 4.000 tpd dalam pengembangan, dan penambangan bawah tanah yang direncanakan pada tahun 2027 di Citra Palu Mineral (CPM).

Pendorong pertumbuhan Bumi Minerals (BRMS), lanjut mereka, adalah keterlibatan AP Investment/Salim Group yang Samuel Sekuritas harapkan mendorong CAGR 2024-2028F sebesar 22,0% pada tingkat EBITDA dan 19,2% untuk EPS.

“Karena itu, kami tegaskan kembali pandangan positif kami terhadap BRMS dengan TP Rp 500 (berbasis SOTP),mencerminkan US$ 26,6 EV/cadangan dan potensi kenaikan 35,9%. Beli,” ungkap Farras dan Hernando dalam risetnya belum lama ini.

Bumi Resources Minerals (BRMS) merupakan emiten yang dikendalikan PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Di mana penerima manfaat akhir dari BUMI adalah Grup Bakrie dan Salim.

CFO dan Direktur BRMS Charles Gobel mengungkapkan, perseroan bertujuan untuk mengamankan fasilitas pinjaman pada kuartal I-2025.

“Hal ini akan memungkinkan kami memulai pengembangan penambangan bawah tanah di Palu pada kuartal II-2025 dan memproses bijih emas grade yang lebih tinggi dari tambang bawah tanah pada akhir tahun 2027. Informasi lebih lanjut mengenai ukuran capex dan rencana pembiayaan akan diungkapkan bersamaan dengan pengumuman laporan keuangan kuartal III-2024 kami yang diaudit pada akhir November 2024,” jelas Charles dalam keterangan resmi belum lama ini.

Chief Investor Relations & Direktur BRMS, Herwin Hidayat menambahkan bahwa bulan September, pihaknya telah mengumumkan data sumber daya mineral JORC dari anak perusahaan BRMS, PT Citra Palu Minerals (CPM), dan penunjukan PT Macmahon Indonesia (anak perusahaan Macmahon Holdings Limited, Australia) sebagai kontraktor penambangan perusahaan di lokasi River Reef (Poboya, Palu).

“Pada akhir November 2024, kami berharap dapat mengungkapkan informasi data cadangan mineral JORC kamis, sebagai kelanjutan dari Laporan Sumber Daya Mineral kami. Data tersebut mencakup kadar emas yang lebih tinggi dari prospek bawah tanah,” sebut Herwin.

“Kami juga akan mengumumkan hasil laporan keuangan audit Q3-2024 kami yang luar biasa yang mencerminkan output emas yang lebih tinggi dan harga jual yang lebih tinggi pada akhir November 2024,” paparnya.

Pada Januari-September 2024, Bumi Resources Minerals (BRMS) membukukan 45.366 ons gold output. Dengan selling price US$ 2.347/ons.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #adaro #adro #bumi-resources-minerals #brms #saham-adro #saham-brms #adaro-energy-indonesia #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/379138/adro-panas-di-awal-brms-di-akhir