Premi Asuransi Kendaraan Simas Insurtech Turun 10% Hingga Oktober 2024
Kinerja lini bisnis asuransi kendaraan, PT Asuransi Simas Insurtech tertekan hingga bulan Oktober 2024.
(Kontan-Keuangan) 05/11/24 21:32 17527484
Reporter: Nadya Zahira | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja lini bisnis asuransi kendaraan, PT Asuransi Simas Insurtech tertekan hingga bulan Oktober 2024.
Direktur Utama Simas Insurtech, Teguh Aria Djana mengatakan pendapatan premi perusahaan dari lini asuransi kendaraan Rp 110 miliar hingga Oktober 2024. Pendapatan premi tersebut turun 10% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
"Namun kami masih tetap optimis untuk mengoptimalkan penjualan asuransi kendaraan tahun ini melalui penjualan direct dengan pemanfaatan web, aplikasi, dan penjualan melalui telemarketing Simas Insurtech," kata Teguh kepada Kontan.co.id, Selasa (5/11).
Selain itu, Teguh menuturkan, untuk target premi asuransi kendaraan tidak ada revisi hingga akhir tahun, tetap sebesar Rp 120 miliar meskipun premi mengalami penurunan hingga Oktober 2024.
"Target asuransi kendaraan tahun ini sebesar Rp 120 miliar dan dengan pencapaian sudah di atas Rp 100 miliar per Oktober 2024, kami rasa target dan pencapaian sudah on track, sehingga tidak ada revisi," kata dia.
Lebih lanjut, Teguh mengatakan bahwa Simas Insurtech terus melakukan sejumlah strategi guna menjaga kinerja asuransi kendaraan hingga akhir tahun, di antaranya dengan mempertahankan kerja sama dengan broker ataupun affinity.
Selanjutnya, Simas Insurtech juga mencoba meningkatkan strategi dengan pemanfaatan teknologi dan kemudahan penjualan yang bisa diakses langsung oleh nasabah melalui aplikasi dan website Simas Insurtech.
"Ke depannya pemanfaatan teknologi ini juga terus dikembangkan dengan memanfaatkan kecanggihan IA dalam penutupan polis asuransi dan analisa klaim," ungkapnya.
Selaras dengan hal ini, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merevisi target penjualan mobil 2024. Target di awal 2024 adalah 1,1 juta unit, kini menjadi 850.000 unit.
Revisi ini dilakukan lantaran kondisi pasar otomotif, khususnya kendaraan roda empat sepanjang tahun berjalan masih lesu. Hal ini tentu dapat berdampak pada kinerja di lini bisnis asuransi kendaraan.
#pt-asuransi-simas-insurtech #industri-asuransi #industri-asuransi-jiwa #industri-asuransi-umum #industri-asuransi-indonesia #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #asuransi #n-a