Penjualan Meningkat, Tapi Laba Indocement Tergerus Akibat Beban Tinggi

Penjualan Meningkat, Tapi Laba Indocement Tergerus Akibat Beban Tinggi

Penjualan Indocement naik 7,3% di 2024, namun laba turun menjadi Rp1 triliun akibat beban tinggi, terutama dari akuisisi dan bunga utang.

(WE Finance) 05/11/24 22:02 17534283

Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) melaporkan penurunan laba bersih periode berjalan untuk sembilan bulan pertama tahun 2024 menjadi Rp1 triliun, turun dari Rp1,26 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun volume penjualan produk semen dan clinker tercatat tumbuh signifikan sebesar 7,3% menjadi 14,738 juta ton, peningkatan beban berdampak pada profitabilitas perusahaan.

Berdasarkan laporan yang dirilis Indocement pada 4 November 2024, volume penjualan domestik mencapai 13,69 juta ton, naik 9,6% dibandingkan periode sama tahun lalu. Kenaikan ini terutama didorong oleh kontribusi dari PT Semen Grobogan yang berhasil memperluas pangsa pasar domestik Indocement menjadi 29,7%, dengan dominasi sebesar 37,8% di Pulau Jawa.

Pendapatan bersih perusahaan meningkat sebesar 3% menjadi Rp13,32 triliun, dengan kenaikan penjualan semen curah sebanyak 31,6% akibat peningkatan pasokan untuk proyek infrastruktur, termasuk pembangunan ibu kota baru. Namun, peningkatan beban pokok pendapatan sebesar 4,5% menjadi Rp9,24 triliun, serta beban usaha yang naik 5,4% menjadi Rp2,72 triliun, membebani margin laba bruto dan laba usaha perusahaan.

Selain itu, kenaikan beban operasional sebesar 115,8% terutama berasal dari keuntungan kurs valas dan penjualan barang scrap yang meningkat dibanding tahun sebelumnya. Beban bunga dari utang terkait akuisisi PT Semen Grobogan menambah tekanan pada pendapatan keuangan bersih yang turun 201,5% menjadi -Rp70,4 miliar.

Kendati demikian, Indocement tetap optimis menghadapi tantangan ke depan. Dengan saldo kas yang kuat sebesar Rp2,7 triliun, perusahaan bersiap menghadapi peningkatan permintaan di sektor properti yang didorong oleh kebijakan diskon PPN 100% hingga akhir tahun, serta potensi stimulus perumahan dari pemerintah baru.

#indocement

https://wartaekonomi.co.id/read548652/penjualan-meningkat-tapi-laba-indocement-tergerus-akibat-beban-tinggi