Saatnya Investor Properti Indonesia Jadi Pemain Global

Saatnya Investor Properti Indonesia Jadi Pemain Global

Kemudian bonus pasar luas yang mencakup populasi penduduk lebih dari 275 juta jiwa, menjadi nilai tambah. Halaman all

(Kompas.com) 05/11/24 22:10 17538199

JAKARTA, KOMPAS.com - Investasi properti bukan kegiatan yang mengandalkan intuisi belaka, namun lebih kepada menjalankan akuisisi lahan secara strategis.

Selain itu juga mampu meramal masa depan dengan mengetahui pola pembangunan perkotaan, memprediksi pergerakan manusia, perencanaan kota, dan rezonasi.

CEO dan Founder ONE Global Capital Iwan Sunito menuturkan, sejatinya para investor properti Indonesia punya modal dan potensi untuk menjadi pemainglobal.

Hal ini karena didukung potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus berada pada kisaran angka positif.

Kemudian bonus pasar luas yang mencakup populasi penduduk lebih dari 275 juta jiwa, menjadi nilai tambah.

Namun demikian, Iwan mengingatkan, yang perlu dilihat bukanlah besaran jumlah penduduk, melainkan besaran modal dan sumber daya, kapasitas pendanaan, serta pertumbuhan pada masa depan.

Menurutnya, kini sudah saatnya investor properti Indonesia belajar cara tumbuh secara global. Mungkin ini akan menjadi proses belajar yang terlambat, tetapi setidaknya telah dimulai.

“Sudah saatnya Indonesia belajar cara tumbuh secara global,” kata Iwan dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Selasa (5/11/2024).

Lantas Iwan mengungkapkan data, investasi Indonesia ke Australia per tahun sebesar 2 miliar dolar Australia, atau dua kali lipat dari investasi Australia ke Indonesia yang hanya 1 miliar dolar Australia. Dan angka tersebut akan terus bertumbuh.

Dia memberi contoh, peminat dari penawaran perdana saham One Global Retail yang melonjak hingga tiga kali lipat, menjadi bukti kekuatan investasi Indonesia termasuk diaspora di pasar global.

Kendati demikian, Iwan mengingatkan, investor harus memahami bahwa nilai properti naik-turun. Oleh sebab itu, sangat penting untuk melakukan investasi properti dengan rasio utang rendah yang sangat konservatif.

"Karena investasi dengan rasio utang tinggi, cenderung menjebak Anda ke dalam kesalahan,” imbuh Iwan.

Hal lain yang patut diingat adalah bahwa properti memiliki siklus yang tidak dapat diprediksi.

Untuk itu, ada tiga hal yang bisa dilakukan, yaitu membeli dengan baik, menambah nilai jual, dan menjualnya dengan baik.

“Anda tidak menghasilkan uang dengan menjual, namun menghasilkan uang dengan membeli. Jadi, Anda harus pastikan membeli dengan sangat baik," tuntas Iwan.

#indonesia #investor #pengembang-properti #properti #global #pemain

https://www.kompas.com/properti/read/2024/11/05/221000221/saatnya-investor-properti-indonesia-jadi-pemain-global