Para Pemburu Saham Adaro (ADRO), Potensi Dividennya Rp 1.300-an/Saham
Saham Adaro (ADRO) begitu diserbu kemarin. Tercatat asing juga banyak masuk ke ADRO. - Halaman all
(InvestorID) 06/11/24 07:21 17556737
JAKARTA, investor.id - Saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) diburu pada perdagangan 5 November 2024 kemarin. Saham ini ditutup naik 2,80% ke Rp 4.040 di akhir perdagangan, dan sempat menyentuh Rp 4.300 yang merupakan level tertingginya sepanjang masa.
Volumenya mencapai 438,64 juta saham Adaro diperdagangkan, frekuensi 60.627 kali, dan nilai transaksi tembus Rp 1,81 triliun.
Beberpa broker mencatatkan net buy besar atas saham ADRO di 5 November kemarin. UBS Sekuritas Indonesia net buy Rp 147,6 miliar, Mirae Asset Sekuritas net buy Rp 92,2 miliar, Semesta Indovest Sekuritas net buy Rp 57,6 miliar, hingga Stockbit Sekuritas juga net buy Rp 43,3 miliar.
Asing jor-joran masuk ke saham Adaro Energy (ADRO) dengan nilai transaksi beli keseluruhan Rp 418 miliar, dan net buy Rp 112 miliar.
Saham Adaro (ADRO) diserbu usai perseroan merilis koreksi pemanggilan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang rencananya digelar pada 18 November 2024 mendatang.
Adapun sebagaimana disebutkan pada pemanggilan RUPSLB sebelumnya, mata acara RUPSLB ADRO pada 18 November 2024 ada dua. Pertama, persetujuan penggunaan sebagian saldo laba perseroan untuk dibagikan sebagai tambahan dividen tunai final. Kedua, perubahan nama perseroan.
Dalam koreksi pemanggilan RUPLSB yang disampaikan pada 4 November 2024, dijelaskan secara lebih rinci mengenai kedua mata acara rapat tersebut.
Untuk mata acara pertama, direksi Adaro Energy (ADRO) menyebutkan besaran maksimal dividen final tambahan.
Direksi Adaro menyebutkan, perseroan bermaksud untuk mengusulkan kepada para pemegang saham perseroan untuk menyetujui penggunaan sebagian dari saldo laba perseroan per tanggal 31 Desember 2023 yang akan dibagikan sebagai tambahan dividen tunai final dalam jumlah sebesar-besarnya sampai dengan US$ 2,629 miliar atau sekitar Rp 41,4 triliun (dengan asumsi kurs Jisdor per 4 November Rp 15.751/USD).
Sebagaimana diketahui, Adaro Energy merencanakan pembagian tambahan dividen tunai final agar para pemegang saham perseroan, atas pilihannya sendiri, dapat berpartisipasi dalam pembelian saham PT Adaro Andalan Indonesia (AAI) melalui pelaksanaan penawaran umum oleh pemegang saham (PUPS).
Sebagai informasi berdasarkan laporan keuangan per tanggal 31 Desember 2023, Adaro membukukan saldo laba belum dicadangkan sebesar US$ 5,15 miliar. Sedangkan kas dan setara kas, per 30 September 2024, sejumlah US$ 3,2 miliar.
Sementara itu, jika diasumsikan total tambahan dividen final Rp 41,4 triliun (berdasarkan kurs Jisdor per 4 November 2024) dan jumlah saham beredar Adaro sebanyak 30.758.665.900 saham, maka besaran dividen per sahamnya sekitar Rp 1.346/saham.
Ganti Nama
Selain itu, untuk mata acara kedua, Adaro Energy Indonesia (ADRO) akan meminta persetujuan untuk mengganti nama perseroan.
Dalam koreksi pemanggilan RUPSLB, direksi ADRO menjelaskan, rencana perubahan nama perseroan merupakan salah satu langkah perseroan memperkenalkan identitas baru perseroan sebagai entitas induk yang akan lebih berfokus pada bisnis hijau dan pengembangan proyek-proyek ramah lingkungan dengan pilar bisnis Adaro Minerals dan Adaro Green, setelah terjadinya pemisahan pilar bisnis pertambangan batu bara termal dan beberapa bisnis pendukungnya, melalui pelaksanaan PUPS.
“Persetujuan untuk melakukan perubahan nama perseroan dan dengan demikian mengubah pasal 1 ayat (1) anggaran dasar perseroan,” sebut direksi Adaro.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #adaro #adro #saham-adro #adaro-energy-indonesia #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/379215/para-pemburu-saham-adaro-adro-potensi-dividennya-rp-1300ansaham