Saham Adaro (ADRO) Belum Disarankan Bagi yang Mau Masuk Pertama Kali, Kenapa?

Saham Adaro (ADRO) Belum Disarankan Bagi yang Mau Masuk Pertama Kali, Kenapa?

Saham Adaro (ADRO) memanas kemarin. Ada rekomendasi begini terkait ADRO. - Halaman all

(InvestorID) 06/11/24 09:02 17563375

JAKARTA, investor.id - Saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) ditutup naik 2,80% ke Rp 4.040 di akhir perdagangan 5 November 2024 kemarin, dan sempat menyentuh Rp 4.300 yang merupakan level tertingginya sepanjang masa.

Ulasan GaleriSaham pada 6 November 2024 pagi menyebutkan bahwa saham ini berhasil rebound melampaui swing high GaleriSaham di 3.940 setelah beberapa hari sebelumnya berkonsolidasi di area swing low 3.680.

Saat ini, sebut GaleriSaham, saham Adaro (ADRO) mengalami kenaikan yang cukup tajam, hingga keluar dari grey area. Sehingga sangat wajar jika saat ini ADRO mengalami technical correction.

“Untuk sekarang, ADRO membutuhkan konsolidasi terlebih dahulu. Jika saham ini mampu berkonsolidasi hingga terbentuk level resisten dan support yang lebih tinggi nantinya, bukan tidak mungkin ADRO ada peluang dari swing trading ke trend following,” ungkap GaleriSaham.

Trading plan: Swing trading. Sell on strength di area 3.940 hingga level saat ini (penutupan 5 November). “Belum disarankan bagi Anda yang ingin membeli pertama kali,” tulis GaleriSaham merekomendasikan.

Potensi Dividen

Saham Adaro (ADRO) diserbu usai perseroan merilis koreksi pemanggilan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang rencananya digelar pada 18 November 2024 mendatang.

Adapun sebagaimana disebutkan pada pemanggilan RUPSLB sebelumnya, mata acara RUPSLB ADRO pada 18 November 2024 ada dua. Pertama, persetujuan penggunaan sebagian saldo laba perseroan untuk dibagikan sebagai tambahan dividen tunai final. Kedua, perubahan nama perseroan.

Dalam koreksi pemanggilan RUPLSB yang disampaikan pada 4 November 2024, dijelaskan secara lebih rinci mengenai kedua mata acara rapat tersebut.

Untuk mata acara pertama, direksi Adaro Energy (ADRO) menyebutkan besaran maksimal dividen final tambahan.

Direksi Adaro menyebutkan, perseroan bermaksud untuk mengusulkan kepada para pemegang saham perseroan untuk menyetujui penggunaan sebagian dari saldo laba perseroan per tanggal 31 Desember 2023 yang akan dibagikan sebagai tambahan dividen tunai final dalam jumlah sebesar-besarnya sampai dengan US$ 2,629 miliar atau sekitar Rp 41,4 triliun (dengan asumsi kurs Jisdor per 4 November Rp 15.751/USD).

Sebagaimana diketahui, Adaro Energy merencanakan pembagian tambahan dividen tunai final agar para pemegang saham perseroan, atas pilihannya sendiri, dapat berpartisipasi dalam pembelian saham PT Adaro Andalan Indonesia (AAI) melalui pelaksanaan penawaran umum oleh pemegang saham (PUPS).

Sebagai informasi berdasarkan laporan keuangan per tanggal 31 Desember 2023, Adaro membukukan saldo laba belum dicadangkan sebesar US$ 5,15 miliar. Sedangkan kas dan setara kas, per 30 September 2024, sejumlah US$ 3,2 miliar.

Sementara itu, jika diasumsikan total tambahan dividen final Rp 41,4 triliun (berdasarkan kurs Jisdor per 4 November 2024) dan jumlah saham beredar Adaro sebanyak 30.758.665.900 saham, maka besaran dividen per sahamnya sekitar Rp 1.346/saham.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #adaro #adro #saham-adro #adaro-energy-indonesia #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/379228/saham-adaro-adro-belum-disarankan-bagi-yang-mau-masuk-pertama-kali-kenapa