Bendungan Tiga Dihaji Rampung 2026, Bakal Dukung Swasembada Pangan, Atasi Banjir, hingga Solusi Listrik di Sumsel

Bendungan Tiga Dihaji Rampung 2026, Bakal Dukung Swasembada Pangan, Atasi Banjir, hingga Solusi Listrik di Sumsel

Pembangunan bendungan Tiga Dihaji Sulsel bertujuan mendukung program swasembada pangan pemerintah yang diharapkan terealisasi dalam 4 tahun ke depan. Halaman all

(Kompas.com) 06/11/24 16:00 17581786

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk menargetkan pembangunan Bendungan Tiga Dihaji yang terletak di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan akan selesai pada akhir 2026.

Pembangunan bendungan ini bertujuan mendukung program swasembada pangan pemerintah yang diharapkan terealisasi dalam 4 tahun ke depan.

Perseroan mengungkapkan bahwa progres konstruksi Bendungan Tiga Dihaji paket II telah mencapai 36,58 persen.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, mengatakan bahwa perseroan berkomitmen segera menyelesaikan pembangunan Bendungan Tiga Dihaji agar produktivitas petani di wilayah tersebut dapat segera meningkat.

“Sebagai BUMN Konstruksi, Waskita bertekad turut menyukseskan program swasembada pangan yang saat ini menjadi fokus pemerintah,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (6/11/2024).

Ermy menambahkan, lingkup pekerjaan Waskita Karya pada proyek ini meliputi pengerjaan timbunan tubuh bendungan atau main dam. Bendungan Tiga Dihaji ini dapat menampung air hingga 140 juta meter kubik.

Ia menjelaskan, bendungan terbesar di Sumsel ini akan mengaliri Daerah Irigasi (DI) Komering untuk lahan pertanian seluas 34.824 hektar dari total kebutuhan lahan 124.000 hektar.

“Keberadaan Bendungan Tiga Dihaji dapat meningkatkan Indeks Pertanaman atau rata-rata masa tanam dan panen pada lahan yang sama dalam setahun, dari 1,78 menjadi sekitar 3,8. Indeks ini menjadi salah satu indikator peningkatan produktivitas lahan pertanian,” ungkap Ermy.

Bendungan ini juga berfungsi sebagai konservasi sumber daya air, menyediakan kebutuhan air baku sebesar satu meter kubik per detik, dan mampu mereduksi risiko banjir hingga 39,5 persen.

“Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji bertujuan menjaga kestabilan pasokan air di Daerah Irigasi Komering selama musim kemarau, yang selama ini hanya mengandalkan Sungai Komering,” tambahnya.

Bendungan Tiga Dihaji juga berpotensi menjadi pembangkit listrik sebesar 40 Megawatt (MW) serta dimanfaatkan untuk pariwisata dan olahraga air, sehingga diharapkan bisa memberikan efek ganda bagi masyarakat dan memacu kehadiran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Waskita Karya telah membangun 24 bendungan yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Sebanyak 15 di antaranya sudah selesai, sementara sembilan proyek lainnya seperti Bendungan Jragung, Rukoh, Mbay, dan Bener masih dalam proses pembangunan.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus mendukung program swasembada pangan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto, salah satunya melalui pembangunan Bendungan Tiga Dihaji di Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA), seperti bendungan dan jaringan irigasi, demi mendukung swasembada pangan. Bendungan Tiga Dihaji akan diikuti dengan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi untuk mengairi lahan pertanian masyarakat, meningkatkan Indeks Pertanaman (IP).

Pengerjaan bendungan ini terdiri atas empat paket. Waskita Karya bersama PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk dan PT SAC Nusantara mengerjakan paket dua dengan nilai Rp 1,34 triliun.

#jakarta #waskita-karya #bendungan-tiga-dihaji

https://money.kompas.com/read/2024/11/06/160000526/bendungan-tiga-dihaji-rampung-2026-bakal-dukung-swasembada-pangan-atasi-banjir