Banjir Sentimen Positif, Harga CPO Melesat
Harga CPO melesat pada Rabu (6/11/2024), karena banjir sentimen positif, mulai dari meningkatnya laju ekspor serta pelemahan Ringgit - Halaman all
(InvestorID) 07/11/24 05:48 17636409
JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) melesat pada Rabu (6/11/2024). Ini membalikan pelemahan yang terjadi kemarin karena banjir sentimen positif, mulai dari meningkatnya laju ekspor serta pelemahan Ringgit Malaysia terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data BMD pada penutupan Rabu, kontrak berjangka CPO untuk November 2024 naik 85 Ringgit Malaysia menjadi 4.999 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO Desember 2024 meningkat 102 Ringgit Malaysia menjadi 4.957 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara itu, kontrak berjangka CPO Januari 2025 terkerek 111 Ringgit Malaysia menjadi 4.917 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Februari 2025 meningkat 117 Ringgit Malaysia menjadi 4.862 Ringgit Malaysia per ton.
Sedangkan kontrak berjangka CPO Maret 2025 terkerek 114 Ringgit Malaysia menjadi 4.777 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO April 2025 menguat 107 Ringgit Malaysia menjadi 4.677 Ringgit Malaysia per ton.
Dikutip dari Bernama, trader minyak sawit David Ng menjelaskan, pasar didorong oleh ekspektasi harga yang optimistis dengan support di 4.800 Ringgit Malaysia per ton dan resistance di 4.950 Ringgit Malaysia.
"Kami melihat dukungan pada level 4.800 Ringgit Malaysia per ton dan resistansi di 4.950 Ringgit Malaysia per ton," ujar Ng.
Outlook Harga CPO
Sementara itu, analis senior Fastmarket Palm Oil Analytics Sathia Varqa mengatakan, kontrak berjangka CPO berhasil memperoleh momentum beli kembali, yang didorong oleh harapan outlook harga yang bullish.
"Para trader mengharapkan prospek harga yang positif berdasarkan narasi pasokan yang ketat dari seorang analis terkemuka di salah satu konferensi minyak sawit terbesar di dunia, yang dimulai besok di Bali, Indonesia," ujarnya.
Konferensi ini diselenggarakan oleh Asosiasi Minyak Sawit Indonesia (IPOC) yang lebih dikenal dengan sebutan GAPKI.
Sathia juga mencatat bahwa ringgit ditutup pada level 4,40 Ringgit Malaysia terhadap dolar AS, sebagai respon terhadap volatilitas pergerakan dolar AS menjelang keputusan suku bunga acuan yang akan diumumkan oleh The Fed pada Kamis (7/11/2024).
"Ditambah dengan volatilitas di pasar mata uang dan keuangan, ada kecemasan terkait ketidakpastian pemilu AS yang menunjuk kemungkinan kembalinya Donald Trump," tambahnya.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-cpo #cpo #kontrak-berjangka-cpo #sentimen-positif-cpo #dolar-as #ekspor-cpo #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/379340/banjir-sentimen-positif-harga-cpo-melesat