BI Siap Turunkan Suku Bunga dan Stabilkan Rupiah pada 2025
Penurunan suku bunga akan diambil sebagai bagian dari kebijakan moneter BI yang pada tahun depan akan diarahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi. Halaman all
(Kompas.com) 07/11/24 08:00 17644099
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, BI membuka peluang turunkan suku bunga acuan pada 2025. Adapun saat ini suku bunga acuan BI berada di level 6 persen.
Penurunan suku bunga akan diambil sebagai bagian dari kebijakan moneter BI yang pada tahun depan akan diarahkan untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
"Untuk kebijakan suku bunga BI rate, kami terus akan arahkan untuk memastikan inflasi sesuai sasaran. Dari perkiraan-perkiraan kami masih terbuka ruang untuk penurunan suku bunga," ujarnya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Rabu (6/11/2024).
Di sisi lain, BI juga akan melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah dengan melakukan intervensi di pasar uang dan memperkuat strategi operasi moneter yang pro-market.
Kemudian, BI juga melakukan pendalaman di pasar uang dan pasar valuta asing (valas) , mendorong sektor riil, serta berkoordinasi dengan pemerintah baik dengan tim fiskal, tim moneter, maupun tim pengelolaan inflasi.
Sementara untuk kebijakan makro prudensial, BI akan mengarahkan kebijakan insentif likuiditas makro prudensial untuk mendorong kredit dan pembiayaan ke sektor-sektor prioritas. Misalnya, industri yang bakal menyerap lapangan kerja yang tinggi.
"Dengan demikian juga kebijakan makro lain tetap longgar, transparansi suku bunga dasar kredit dan koordinasi untuk KSSK," ucapnya.
Kemudan untuk kebijakan di sistem pembayaran, BI akan melakukan implementasi blueprint Sistem Pembayaran Indonesia tahun 2020-2030 baik infrastruktur, industri inovasi, pengembangan rupiah digital, dan perluasan digitalisasi sistem pembayaran.
BI menargetkan akan menaikkan jumlah pengguna QRIS menjadi 50 juta orang, menambah jumlah merchant menjadi 40 juta merchant, dan volume transaksi mencapai Rp 5,5 miliar. Demikian juga dengan volume transaksi pembayaran digital yang naik 25 persen.
Pada 2025, BI juga akan terus mendukung elektronifikasi transaksi keuangan pemerintah serta memastikan bahwa uang itu tersedia di seluruh wilayah NKRI termasuk yang 3T dengan 100 persen sesuai kebutuhan uang rupiah.
"Ini yang menjadi asumsi makro, arah kebijakan, indikator utama dan rencana arah bauran kebijakan BI 2025. Tentu saja ini berimplikasi kepada rencana anggaran tahunan BI tahun 2025, tuturnya.