47,18 Persen Rumah Keluarga Miskin Beratapkan Seng atau Asbes
Persentase paling besar terjadi pada keluarga miskin yang berada di pedesaan. Halaman all
(Kompas.com) 07/11/24 11:00 17656873
KOMPAS.com - Masih banyak keluarga miskin di Indonesia menempati rumah yang beratapkan seng atau asbes.
Bersardakan data dalam publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) berjudul Indikator Kesejahteraan Rakyat 2024, rumah tangga miskin yang menggunakan seng atau asbes sebagai atap rumah pada tahun 2023 masih cukup tinggi, yakni sebesar 47,18 persen.
Persentase paling besar terjadi pada keluarga miskin yang berada di pedesaan, di mana tercatat sebesar 47,18 persen. Sementara di perkotaan 34,62 persen.
Meski masih ada 47,18 persen beratap seng atau asbes, rumah keluarga miskin di Indonesia yang menggunakan genteng atau beton mencapai 56,55 persen.
Rumah tangga miskin di daerah perkotaan menggunakan genteng atau beton sebanyak 64,59 persen. Sementara di pedesaan sebesar 49,64 persen.
Selain beratap seng atau asbes dan genteng atau beton, rumah keluarga miskin masih ada yang menggunakan atap berupa ijuk atau rmbia 1,60 persen, dan jenis atap lainnya 0,47 persen.
Sebagai informasi, BPS menggunakan konsep kemampuan seseorang memenuhi kebutuhan dasar baik kebutuhan makanan maupun bukan makanan dari sisi pengeluaran dalam menghitung kemiskinan.
Seseorang dimasukkan kategori miskin jika rata-rata pengeluaran per kapita per bulan yang diperoleh berada di bawah garis kemiskinan.
Garis kemiskinan menggambarkan minimum nilai rupiah yang diperlukan seseorang untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya selama sebulan, baik kebutuhan makanan maupun bukan makanan.
Garis kemiskinan pada tahun 2024 sebesar Rp 582.932 per kapita per bulan. Angka ini meningkat dari tahun 2023 yaitu sebesar Rp 550.458 per kapita per bulan.