Optimalkan Sumur

Optimalkan Sumur "Idle" dan Pakai Teknologi Terkini, Pelaku Industri Optimistis Target Lifting Migas 2025 Bakal Tercapai

Pelaku industri migas mengapresiasi langkah pemerintah dalam mendorong reaktivasi sumur idle untuk meningkatkan produksi migas.

(Kompas.com) 07/11/24 09:00 17662352

JAKARTA, KOMPAS.com – Kalangan industri minyak dan gas (migas) bersama para ahli dan pengamat energi optimistis target lifting minyak sebesar 605.000 barel per hari (BOPD) dan lifting gas bumi sebesar 1,005 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD) yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 dapat tercapai.

Optimisme ini didukung oleh sejumlah inisiatif, seperti pengembangan lapangan migas, penerapan teknologi mutakhir, serta program reaktivasi sumur idle (sumur migas terbengkalai atau tak aktif) yang digulirkan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Wakil Presiden PetroChina Indonesia, Gusminar, menyampaikan optimisme tersebut dalam acara "Bincang Santai: Formulasi Lifting Migas untuk Kesejahteraan Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional" yang berlangsung di Graha DPP Partai Golkar, Jakarta, pada Rabu (6/11/2024).

Didampingi oleh pengamat sektor ESDM, Syamsu Daliend, dan konsultan geofisika Muslimah Aida Batalipu, Gusminar mengapresiasi langkah pemerintah dalam mendorong reaktivasi sumur idle untuk meningkatkan produksi migas.

“Dorongan Kementerian ESDM dan SKK Migas untuk revitalisasi sumur-sumur idle disambut baik oleh seluruh KKKS dan industri penunjang migas. Kami optimistis target lifting akan tercapai,” ujarnya, melalui keterangan pers, Rabu (6/11/2024).

Gusminar menjelaskan bahwa upaya memenuhi target lifting minyak mencakup berbagai strategi, termasuk reaktivasi sumur idle dan peningkatan kegiatan eksplorasi dan pengembangan wilayah kerja (WK) migas. Berdasarkan data pemerintah, Indonesia memiliki sekitar 16.990 sumur idle dari total 44.985 sumur.

“Meski tidak semua sumur idle berpotensi reaktivasi, sebagian besar memiliki potensi besar,” katanya.

Lebih lanjut, Gusminar menekankan pentingnya menarik investasi dalam negeri dan asing melalui regulasi fiskal yang kompetitif untuk mendukung lifting migas.

Ia menekankan perlunya kemudahan izin usaha dan penyederhanaan regulasi terkait, seperti yang berkaitan dengan kawasan hutan dan masalah lahan. “Kemudahan berusaha dan izin membantu menjaga lifting migas tetap stabil,” ungkapnya.

Dukungan teknologi

DOK. PetroChina Bincang Santai: Formulasi Lifting Migas untuk Kesejahteraan Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional yang berlangsung di Graha DPP Partai Golkar, Jakarta, pada Rabu (6/11/2024).

Bambang Patijaya, Ketua Komisi VII DPR RI yang turut hadir sebagai pembicara, menyoroti pentingnya inovasi teknologi untuk meningkatkan produksi dari sumur-sumur tua dan mendorong sinergi antara KKKS.

“Dukungan teknologi baru untuk meningkatkan produksi di sumur tua sangat diperlukan, mengingat biaya operasional dengan teknologi lama tidak lagi ekonomis,” ujar Bambang.

Syamsu Daliend, pengamat ESDM, juga menekankan pentingnya percepatan produksi sumur yang ada serta optimalisasi penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk mencapai target produksi.

Menurutnya, dengan pemanfaatan teknologi ini, produksi minyak bisa mencapai angka 600.000 barel per hari. “Dengan percepatan dan teknologi yang ada, kita optimistis target lifting dapat tercapai,” kata Syamsu.

Muslimah Aida Batalipu, konsultan geofisika, menambahkan bahwa teknologi seperti fracking dan EOR berbasis bioteknologi yang ramah lingkungan dapat diterapkan di Indonesia, seperti yang telah dilakukan di Amerika Serikat.

"Teknologi fracking bisa digunakan untuk mendukung peningkatan produksi migas di Indonesia," jelasnya.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan pihak terkait, target lifting migas pada 2025 diharapkan dapat tercapai, mendukung ketahanan energi nasional dan mengurangi beban APBN ke depan.

#jakarta #migas #energi

https://money.kompas.com/read/2024/11/07/090000726/optimalkan-sumur-idle-dan-pakai-teknologi-terkini-pelaku-industri-optimistis?utm_source=Google&utm_medium=Newstand&utm_campaign=partner