16,4 Persen Rumah Tangga Tak Punya Akses Sanitasi Layak
Jumlah rumah tangga yang belum memiliki akses sanitasi layak di pedesaan masih lebih tinggi dibandingkan perkotaan. Halaman all
(Kompas.com) 07/11/24 13:01 17664977
KOMPAS.com - Belum semua rumah tangga di Indonesia memiliki akses terhadap sanitasi layak.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), rumah tangga dikatakan memiliki akses terhadap layanan sanitasi layak apabila memiliki fasilitas tempat Buang Air Besar (BAB) yang digunakan sendiri atau bersama rumah tangga tertentu (terbatas) ataupun di MCK Komunal.
Kemudian menggunakan jenis kloset leher angsa, dan tempat pembuangan akhir tinja di tangki septik atau IPAL atau bisa juga di lubang tanah jika wilayah tempat tinggalnya di pedesaan.
Berdasarkan publikasi BPS berjudul Indikator Kesejahteraan Rakyat 2024, rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak pada tahun 2024 sebanyak 83,60 persen.
Kendati demikian, berarti masih ada 16,4 persen rumah tangga yang belum memiliki akses sanitasi layak.
Dilihat berdasarkan wilayahnya, jumlah rumah tangga yang belum memiliki akses sanitasi layak di pedesaan masih lebih tinggi dibandingkan perkotaan.
Rumah tangga di pedesaan yang memiliki akses sanitasi layak pada tahun 2024 tercatat sebanyak 82,93 persen. Artinya masih ada 17,07 persen rumah tangga yang belum memiliki akses terhadap sanitasi layak.
Sementara di perkotaan, jumlah rumah tangga yang memiliki akses sanitasi layak 84,06 persen. Sehingga masih ada 15,94 persen rumah tangga yang belum memiliki akses terhadap sanitasi layak.
Berdasarkan provinsi, Bali menjadi provinsi dengan jumlah rumah tangga yang memiliki akses sanitasi layak tertinggi di Indonesia, yakni 96,83 persen. Sementara yang terendah di Papua Pegunungan 12,61 persen.