IHSG Tertekan di Awal Sesi, Rupiah Menguat

IHSG Tertekan di Awal Sesi, Rupiah Menguat

Melansir data RTI, pukul 09.04 WIB, IHSG bergerak di posisi 7.316,30 atau turun 67,56 poin (0,92 persen) dibanding penutupan sebelumnya.

(Kompas.com) 07/11/24 09:36 17666336

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (7/11/2024). Sementara, mata uang garuda pagi ini menguat pada perdagangan pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.04 WIB, IHSG bergerak di posisi 7.316,30 atau turun 67,56 poin (0,92 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 7.383,86.

Sebanyak 154 saham melaju di zona hijau dan 210 saham di zona merah. Sedangkan 176 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 986,61 miliar dengan volume 1,28 miliar saham.

Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, indeks saham utama di Amerika Serikat (AS) mencetak rekor penutupan tertinggi setelah Donald Trump lebih unggul dari Kamala Harris dalam pemilihan presiden AS.

Menurut dia, pertumbuhan pasar saham AS terjadi karena hasil dari pemilihan presiden memberikan kepastian bagi pelaku pasar dan investor terkait langkah ekonomi selanjutnya.

Sedikit catatan, pada penutupan perdagangan Rabu indeks Dow Jones tumbuh 3,57 persen. Sedangkan, indeks luas S&P 500 tumbuh 2,53 persen. Kemudian, indeks Russel 2000 tumbuh 5,84 persen.

"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance di level 7.330–7.490," kata dia dalam analisisnya, Kamis (7/11/2024).

Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menjelaskan, IHSG berpotensi rebound hari ini karena masih ditutup tipis di atas support 7.345 pada hari Rabu.

Namun demikian, adanya penembusan di bawah 7.345 dapat memicu pelemahan menuju 7.278, atau bahkan 7.230.

"Level support IHSG berada di 7.345, 7.278, dan 7.230, sementara level resistennya di 7.506, 7.558, 7.617, dan 7.666. Berdasarkan indikator, MACD menandakan momentum bearish," terang dia.

Sementara itu, bursa kawasan Asia mayoritas bergerak di zona hijau, dengan Strait Times tumbuh 1,22 persen (44,09 poin) di level 3.647,08, Shanghai Composite tumbuh 0,45 persen (15,13 poin) di level 3.398,94.

Sementara, Nikkei 225 turun 0,43 persen (171,19 poin) ke level 39.309,50, dan Hang Seng tumbuh 0,38 persen (98,59 poin) ke level 20.636,98.

Rupiah

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini menguat.

Melansir data Bloomberg, pukul 09.12 WIB rupiah berada pada level Rp 15.800 per dollar AS atau menguat 33 poin (0,21 persen) dibanding penutupan kemarin Rp 15.833 per dollar AS.

Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan, setelah Donald Trump dilaporkan media menjadi pemenang pemilu presiden AS, dollar AS langsung menguat. Posisi pagi ini Indeks Dollar AS di atas 105.20. Adapun, pada hari-hari sebelumnya indeks dollar AS bergerak di kisaran 103-104.

Ariston bilang, kebijakan Trump sebagai presiden di masa lalu yang memicu perang dagang, diekspektasikan pasar akan terjadi lagi di masa pemerintahannya yang baru ini sehingga antisipasi pasar mendorong penguatan dollar AS.

Sentimen mungkin bisa berlanjut hari ini, apalagi pasar juga menunggu hasil rapat kebijakan moneter AS dini hari nanti.

Dengan demikian, konsolidasi masih akan terjadi sehingga kemungkinan dollar masih menguat dan rupiah bisa tertekan.

"Potensi pelemahan hari ini ke arah 15.880-15.900, potensi support di 15.800," ungkap dia.

#jakarta #ihsg

https://money.kompas.com/read/2024/11/07/093636926/ihsg-tertekan-di-awal-sesi-rupiah-menguat?utm_source=Google&utm_medium=Newstand&utm_campaign=partner