Saham BRMS Mendadak Anjlok, Waktunya Beli?
Saham BRMS anjlok 8,18% di sesi I hari ini. Padahal target harga saham BRMS di Rp 500. - Halaman all
(InvestorID) 07/11/24 12:31 17669528
JAKARTA, investor.id - Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) tiba-tiba anjlok 8,18% ke Rp 404 per akhir sesi I perdagangan 7 November 2024. Padahal sejak 1-6 November kemarin saham BRMS selalu menghijau.
Sebanyak 1,64 miliar saham BRMS ditransaksikan, frekuensi 32,46 ribu kali, dan nilai transaksi Rp 661,9 miliar di sesi I hari ini.
Saham Bumi Resources Minerals (BRMS) memerah usai perseroan tak dimasukkan dalam indeks MSCI. Itu sebagaimana pengumuman MSCI yang dirilis 6 November, di mana tak menyebut nama BRMS. Padahal santer kabar beredar sebelumnya bahwa BRMS potensial masuk ke indeks MSCI.
Namun demikian, masih banyak yang berani menampung saham Bumi Resources Minerals (BRMS) saat harganya lagi jatuh. BRMS sendiri merupakan anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Di mana penerima manfaat akhir dari BUMI adalah Grup Bakrie dan Salim.
Per akhir sesi I 7 November tercatat masih ada antrean beli saham BRMS di Rp 404 sebanyak 15.909 lot saham, di Rp 402 juga terdapat antrean beli mencapai 180.409 lot saham.
Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Farras Farhan dan Hernanda Cahyo sempat menyebutkan bahwa kunjungan Samuel Sekuritas bersama direktur Bumi Resources Minerals (BRMS) ke beberapa fund manager mengungkap tingginya ketertarikan investor pada ekspansi perusahaan atas tambahan kapasitas 4.000 tpd dalam pengembangan, dan penambangan bawah tanah yang direncanakan pada tahun 2027 di Citra Palu Mineral (CPM).
Pendorong pertumbuhan Bumi Minerals (BRMS), lanjut mereka, adalah keterlibatan AP Investment/Salim Group yang Samuel Sekuritas harapkan mendorong CAGR 2024-2028F sebesar 22,0% pada tingkat EBITDA dan 19,2% untuk EPS.
“Karena itu, kami tegaskan kembali pandangan positif kami terhadap BRMS dengan TP Rp 500 (berbasis SOTP),mencerminkan US$ 26,6 EV/cadangan dan potensi kenaikan 35,9%. Beli,” ungkap Farras dan Hernando dalam risetnya belum lama ini.
Luar Biasa
Bumi Resources Minerals (BRMS) merupakan emiten yang dikendalikan PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Di mana penerima manfaat akhir dari BUMI adalah Grup Bakrie dan Salim.
CFO dan Direktur BRMS Charles Gobel mengungkapkan, perseroan bertujuan untuk mengamankan fasilitas pinjaman pada kuartal I-2025.
“Hal ini akan memungkinkan kami memulai pengembangan penambangan bawah tanah di Palu pada kuartal II-2025 dan memproses bijih emas grade yang lebih tinggi dari tambang bawah tanah pada akhir tahun 2027. Informasi lebih lanjut mengenai ukuran capex dan rencana pembiayaan akan diungkapkan bersamaan dengan pengumuman laporan keuangan kuartal III-2024 kami yang diaudit pada akhir November 2024,” jelas Charles dalam keterangan resmi belum lama ini.
Chief Investor Relations & Direktur BRMS, Herwin Hidayat menambahkan bahwa bulan September, pihaknya telah mengumumkan data sumber daya mineral JORC dari anak perusahaan BRMS, PT Citra Palu Minerals (CPM), dan penunjukan PT Macmahon Indonesia (anak perusahaan Macmahon Holdings Limited, Australia) sebagai kontraktor penambangan perusahaan di lokasi River Reef (Poboya, Palu).
“Pada akhir November 2024, kami berharap dapat mengungkapkan informasi data cadangan mineral JORC kamis, sebagai kelanjutan dari Laporan Sumber Daya Mineral kami. Data tersebut mencakup kadar emas yang lebih tinggi dari prospek bawah tanah,” sebut Herwin.
“Kami juga akan mengumumkan hasil laporan keuangan audit Q3-2024 kami yang luar biasa yang mencerminkan output emas yang lebih tinggi dan harga jual yang lebih tinggi pada akhir November 2024,” paparnya.
Pada Januari-September 2024, Bumi Resources Minerals (BRMS) membukukan 45.366 ons gold output. Dengan selling price US$ 2.347/ons.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #brms #bumi-resources-minerals #saham-brms #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/379376/saham-brms-mendadak-anjlok-waktunya-beli