Belum Semua Rumah Tangga Punya Akses Air Minum Layak, Utamanya di Pedesaan
Pada tahun 2024, rumah tangga belum memiliki akses air minum layak masih ada 7,36 persen. Halaman all
(Kompas.com) 07/11/24 16:48 17681481
KOMPAS.com - Belum semua rumah tangga di Indonesia memiliki akses air minum layak. Meskipun persentase yang sudah memiliki akses air minum layak cukup tinggi.
Hal itu berdasarkan data di dalam publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) berjudul Indikator Kesejahteraan Rakyat 2024.
Menurut BPS, akses air minum layak terdiri dari leding, air hujan, sumur bor atau pompa, sumur terlindung, dan mata air terlindung serta jika sumber air minum dari kemasan/air isi ulang dimana sumber air cuci/masak/mandi/dll menggunakan leding, air hujan, sumur bor/pompa, sumur terlindung, dan mata air terlindung.
Pada tahun 2024, rumah tangga memiliki akses air minum layak mencapai 92,64 persen. Artinya, masih ada 7,36 persen yang belum memiliki akses air minum layak.
Berdasarkan wilayahnya, persentase rumah tangga yang memiliki akses air minum layak di perkotaan lebih tinggi dibandingkan pedesaan.
Di perkotaan, terdapat 96,56 persen rumah tangga yang memiliki akses air minum layak.
Sedangkan di pedesaan hanya 87,06 persen, artinya rumah tangga belum memiliki akses air minum layak masih 12,94 persen.
Jika dilihat berdasarkan provinsi, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah rumah tangga memiliki akses air minum layak tertinggi di Indonesia, yaitu 99,96 persen.
Sementara untuk provinsi dengan jumlah rumah tangga memiliki akses air minum layak terendah di Indonesia yakni Papua Pegunungan 30,64 persen.