Antam Beli Emas dari Freeport Senilai Rp 200 Triliun

Antam Beli Emas dari Freeport Senilai Rp 200 Triliun

PT Freeport Indonesia (PTFI) menandatangani perjanjian jual beli logam mulia dengan PT Antam Tbk di Jakarta, Kamis (7/11/2024). Halaman all

(Kompas.com) 07/11/24 20:27 17695286

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Freeport Indonesia (PTFI) menandatangani perjanjian jual beli logam mulia dengan PT Antam Tbk di Jakarta, Kamis (7/11/2024).

Penandatanganan perjanjian jual beli logam tersebut dilakukan Direktur Utama (Dirut) PTFI Tony Wenas dan Direktur Utama PT Antam Tbk dengan Dirut Utama PT Antam Tbk Nicolas Kanter yang disaksikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung dan Direktur MIND ID Hendi Prio Santoso.

Dalam sambutannya, Dirut PTFI Tony Wenas mengatakan, saat ini perusahaannya telah memiliki precious metal refinery (PMR) atau fasilitas yang berfungsi memurnikan logam mulia yang sudah siap memproduksi emas batangan.

SHUTTERSTOCK/PIXFICTION Harga emas diprediksi terus meningkat hingga 2025, didorong oleh kebijakan moneter dan permintaan global.
Dengan adanya fasilitas tersebut, produksi emas bisa mulai berproduksi pada pekan kedua Desember 2024.

"Precious metal refinery yang pada dasarnya juga sudah selesai dan sudah siap untuk memproduksi emas batangan. Itu akan mulai produksi di minggu kedua bulan Desember. Total yang bisa diproduksi dari precious metal refinery tersebut kira-kira sekitar 50 sampai 60 ton bergantung dari kadar biji," ujar Tony.

"Semakin tinggi, kadar bijinya semakin banyak produksi emas yang bisa diproduksi. Di samping juga tentu perak yang lebih dari 200 ton per tahun. Dan juga ada platinum metal group, yaitu platinum kira-kira sekitar 30 kilogram saja per tahunnya. Dan ada palladium sekitar 375 kilogram per tahun. Di samping tentu ada juga mineral yang lainnya seperti selenium," jelasnya.

Setelahnya, PTFI bersama Antam akan bekerja sama untuk jual beli emas yang dihasilkan Antam.

Menurut Tony, sebelum sepakat bekerjasama, kedua pihak telah melakukan proses diskusi. Dari diskusi tersebut tercapai persetujuan nantinya Antam akan melakukan offtake emas sekitar 30 ton.

"Ruang lingkupnya adalah kira-kira sekitar 30 ton yang akan di-offtake oleh Antam Kalau memang Antam butuh lebih, kami juga siap Pak. Lebih dari 30 ton juga siap," tegas Tony.

Kedua belah pihak juga sepakat melakukan kontrak kerja sama untuk lima tahun ke depan.

Nilai kontrak yang disetujui sebesar 12,5 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 200 triliun. Namun, nilai tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan harga emas.

"Kontraknya ini untuk tahap ini lima tahun, kalau dihitung dari jumlah nilainya sekitar 12,5 miliar dollar (AS). Tapi tergantung dari harga emas ini Pak, 12,5 miliar dolar itu sekitar Rp 200 triliun," jelas Tony.

"Ini tentu saja sangat membanggakan bagi kita, di mana emas yang kita produksi itu bisa sebagian besar dikonsumsi oleh Antam, untuk selanjutnya memberikan nilai tambah, bukan hanya pada industri retail, tapi juga bagi industrialisasi di Indonesia," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Antam Nicolas Kanter mengatakan, kerja sama dengan PTFI merupakan wujud nyata dari hilirisasi dan industrialisasi.

Khususnya untuk hilirisasi berbasis sumber daya alam.

Nicolas pun menyambut baik kesanggupan PTFI yang menyatakan siap memasok emas lebih dari 30 juta ton.

"So we have to be proud of what we achieve today. Karena Pak Tony melaporkan, bilang tadi kalau PT Antam perlu lebih itu, berarti bisa sampai berapa saja," ujar Nicolas.

#antam #logam-mulia #emas-batangan #freeport-indonesia #harga-emas

https://money.kompas.com/read/2024/11/07/202705126/antam-beli-emas-dari-freeport-senilai-rp-200-triliun