Wall Street Melesat, tapi Dow Jones Beda Arah

Wall Street Melesat, tapi Dow Jones Beda Arah

Wall Street mayoritas melesat pada Kamis (7/11/2024). Bahkan, S&P 500 dan Nasdaq memecahkan rekor tertinggi. Tapi, Dow Jones berbeda arah. - Halaman all

(InvestorID) 08/11/24 04:52 17731453

NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street mayoritas melesat pada Kamis (7/11/2024). Bahkan, S&P 500 dan Nasdaq memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di saat traders mempertimbangkan pemangkasan suku bunga The Fed. Tapi, Dow Jones berbeda arah.

Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 naik 0,74% hingga ditutup pada rekor tertinggi 5.973,10. Nasdaq Composite melonjak 1,51% hingga mencapai 19.269,46, penutupan pertamanya di atas 19.000. Sedangkan Dow Jones Industrial Average turun kurang dari satu poin menjadi 43.729,34.

Meski demikian, ketiga indeks mencapai rekor tertinggi intraday selama sesi tersebut.

Pasar obligasi mengalami volatilitas, dengan imbal hasil obligasi AS yang turun pada Kamis setelah sempat melonjak pada sesi sebelumnya. Pergolakan ini menjadi latar belakang keputusan The Fed untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, lebih kecil dari pemangkasan 50 basis poin pada September.

Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan, bank sentral AS ‘merasa optimistis’ tentang kondisi ekonomi saat ini dan tampaknya akan tetap berpegang pada pemangkasan kecil ke depannya.

“Risiko yang ada memberi The Fed ruang untuk memangkas suku bunga hingga 2025. Pasar tidak seharusnya mengharapkan pemangkasan besar kecuali ekonomi memburuk drastis, yang tampaknya tidak akan terjadi dalam waktu dekat,” kata Jamie Cox, mitra pengelola di Harris Financial Group.

Pelaku pasar Wall Street umumnya memandang bahwa pemerintahan Trump yang kedua akan memberikan dorongan positif pada aset berisiko seperti saham, sebagian besar berkat rencana pemotongan pajak. Namun, defisit anggaran yang besar dan tarif yang lebih tinggi menimbulkan kekhawatiran akan kenaikan inflasi.

Dampak Trump

CIO Wilmington Trust Tony Roth mengatakan, selama dampak dari rencana Trump belum sepenuhnya terlihat, investor bisa mengharapkan perdagangan yang volatil dan pergerakan saham yang umumnya menguat.

“Dengan valuasi ekuitas yang tinggi dan pendapatan obligasi yang meningkat, pada suatu titik mungkin akan ada kompresi premi risiko ekuitas, dan kesempatan investasi di pasar saham bisa menjadi lebih terbatas. Namun, kita masih memiliki waktu sekitar enam bulan sebelum perlu mempertimbangkan hal tersebut secara serius,” jelasnya.

Pada Kamis, saham-saham teknologi besar mendorong pasar lebih tinggi, dengan Apple dan Nvidia masing-masing naik 2,3% dan 1,9%, serta Meta Platforms melonjak 3,5%.

Di sisi lain, saham sektor keuangan yang melonjak pada Rabu, mengalami koreksi pada Kamis. Saham JPMorgan Chase turun 4,3% dan American Express turun 3%, yang membebani Dow Jones.

Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #wall-street #nasdaq #dow-jones #s-p-500 #dow-jones #pemangkasan-suku-bunga #the-fed #kemenangan-trump #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/stock/379465/wall-street-melesat-tapi-dow-jones-beda-arah