Suporter Bentangkan Spanduk "Free Palestine", PSG Lolos dari Hukuman
“Perang di lapangan, tetapi perdamaian di dunia,” demikian bunyi pesan di bawah spanduk yang dibentangkan para Ultras PSG tersebut.
(Kompas.com) 08/11/24 05:20 17734789
KOMPAS.com - Raksasa Liga Perancis, Paris St Germain, tidak akan menghadapi hukuman setelah suporter mereka membentangkan spanduk “Free Palestine" alias "Bebaskan Palestina” sebelum kick-off laga Liga Champions di kandang Atletico Madrid pada Rabu (6/11/2024) atau Kamis dini hari WIB.
Hal tersebut disampaikan oleh badan tertinggi sepak bola Eropa, UEFA.
Spanduk raksasa berukuran 50x20 meter tersebut dibentangkan di Auteull Kop di markas PSG, Parc des Princes.
“Perang di lapangan, tetapi perdamaian di dunia,” demikian bunyi pesan di bawah spanduk yang dibentangkan para Ultras PSG tersebut.
UEFA melarang pesan politik \'provokatif\' atau \'menghina\' di stadion, tetapi mengatakan pada Kamis bahwa spanduk tersebut tidak akan menimbulkan potensi sanksi.
“Tidak akan ada kasus disipliner karena spanduk yang dibentangkan tidak dapat dianggap provokatif atau menghina,” kata juru bicara UEFA.
Tahun lalu, klub Skotlandia, Celtic, mendapat denda 17,500 euro karena para penggemarnya melambaikan bendera Palestina pada suatu pertandingan Liga Champions.
Aksi suporter PSG ini datang sekitar seminggu sebelum Perancis menjamu Israel di laga Nations League yang akan bergulir di Stade de France.
Mind blowing PSG Ultras\' tifo ahead of their Champions League game vs Atlético de Madrid:
— Leyla Hamed (@leylahamed) November 6, 2024
"Free Palestine. War on the field but peace in the world.”
???????? @PSG_insidepic.twitter.com/qv4dhKIeKW
PSG sendiri akhirnya harus mengakui keunggulan Atletico Madrid pada laga tersebut.
Tuan rumah memimpin lebih dulu lewat gol Waine Zaire-Emery pada menit ke-14. Namun, pasukan Diego Simeone membalas empat menit kemudian melalui Nahuel Molina.
Hasil seri tampak akan menjadi skor akhir laga terutama setelah beberapa penyelamatan bagus Jan Oblak di sektor penjaga gawang tim tamu.
Akan tetapi, Angel Correa memecah kebuntuan dengan tembakan pamungkas pertandingan.