Pesan Xi Jinping kepada Donald Trump Agar AS dan China Akrab
Presiden China Xi Jinping berpesan kepada Donald Trump, hubungan Amerika Serikat (AS) dan China harus “akrab”. - Halaman all
(InvestorID) 07/11/24 15:47 17753956
BEIJING, investor.id – Presiden China Xi Jinping berpesan kepada Donald Trump, hubungan Amerika Serikat (AS) dan China harus “akrab”. Hal ini dikatakannya Kamis (7/11/2024), menekankan pemerintah kedua negara harus menemukan cara untuk "akrab", menurut laporan media pemerintah.
Kemenangan telak Trump sebagai presiden mengawali era ketidakpastian baru di AS dan dunia.
Hasil pemilu AS ini juga menandai kemungkinan pergeseran dalam hubungan AS-China, yang telah terkikis dalam beberapa tahun terakhir oleh ketegangan atas segala hal. Ketegangan ini dimulai dari sektor perdagangan, hingga status Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri.
"Sejarah telah menunjukkan China dan Amerika Serikat mendapat manfaat dari kerja sama dan menderita karena konfrontasi,” sebut Xi dalam pesan pertamanya kepada Trump setelah mantan presiden tersebut memperoleh masa jabatan kedua, dikutip penyiar negara CCTV, Kamis.
"Hubungan China-AS yang stabil, sehat, dan berkelanjutan merupakan kepentingan bersama kedua negara dan sejalan dengan harapan masyarakat internasional," kata Xi. Ia meminta pemerintah AS dan China untuk memperkuat dialog dan komunikasi serta mengelola perbedaan dengan baik.
“(Kedua negara harus) menemukan cara yang benar... untuk hidup berdampingan di era baru ini, untuk memberi manfaat bagi kedua negara dan dunia,” sambungnya.
Wakil Presiden China Han Zheng juga mengirim pesan kepada wakil presiden terpilih JD Vance, kata CCTV.
Baik Trump dari Partai Republik maupun pesaingnya dari Partai Demokrat Kamala Harris telah berjanji untuk bersikap lebih keras terhadap pemerintah China. Namun Trump menaikkan taruhannya, berjanji akan mengenakan tarif 60% pada semua barang China yang masuk ke AS.
Presiden terpilih tersebut bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan dalam perdagangan AS-China, kata Peneliti Senior di Stimson Center Yun Sun seperti dikutip AFP.
"Mengingat kemampuannya dalam \'tekanan maksimum\' sebelum mencapai kesepakatan, saya berharap ia akan mengenakan tarif," ucap Yun Sun.
Saling Menghormati
Pada Kamis, pemimpin China itu mengatakan ia berharap "kedua pihak akan menjunjung tinggi prinsip saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, dan kerja sama yang saling menguntungkan".
Pekan ini pemerintah China menyatakan harapan kedua negara dapat menikmati "hidup berdampingan secara damai" di masa depan. Sementara itu, pihaknya tetap bungkam tentang bagaimana tepatnya kemenangan Trump yang mudah berubah dapat memengaruhi hubungan.
Xi dan Trump sebelumnya telah bertemu empat kali. Trump sempat menggembar-gemborkan "hubungannya yang sangat kuat" dengan pemimpin China itu. Trump juga mengklaim ia akan dapat membujuk Xi agar tidak menyerang Taiwan yang memerintah sendiri dengan ancaman tarif 150%.
Analis mengatakan hasil pemilu akan menjadi fokus utama pertemuan para anggota parlemen terkemuka di Beijing minggu ini, yang bertujuan untuk menyelesaikan rencana stimulus guna meningkatkan ekonomi China yang sedang berjuang.
Kekhawatiran utama adalah bagaimana pemerintah China menanggapi kenaikan tarif besar yang diharapkan Trump. Menurut manajer aset PineBridge Investments, hal ini dapat memengaruhi ekspor China senilai US$ 500 miliar.
"Kami memperkirakan pemerintah China akan merespons dengan pembalasan terbatas dan dukungan kebijakan domestik yang lebih besar terhadap perekonomian, untuk mengimbangi sebagian dampak negatif," tutur Kepala Ekonom China di UBS Investment Research Tao Wang.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #xi-jinping #donald-trump #as-dan-china #pemilu-as #berita-ekonomi-terkini