Wapres Gibran Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi 6,25 Persen Ketika Pimpin Solo
Wapres Gibran paparkan prestasinya pada penutupan Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2024 di Sentul, Jawa Barat, Rabu. Halaman all
(Kompas.com) 08/11/24 11:00 17758012
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyinggung soal keberhasilannya mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Surakarta (Solo) sebesar 6,25 persen ketika memimpin daerah tersebut.
Hal itu disampaikan Wapres ketika memberikan arahan untuk para kepala daerah se-Indonesia pada penutupan Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2024 di Sentul, Jawa Barat, Rabu (7/11/2024).
Untuk diketahui, arahan yang disampaikan Gibran tersebut merupakan pidato panjang pertamanya yang disampaikan ke publik usai dilantik sebagai Wapres pada 20 Oktober 2024.
Mula-mula, Wapres Gibran menyampaikan apresiasinya kepada para kepala daerah yang berhasil memberikan perubahan signifikan untuk pertumbuhan ekonomi di daerah masing-masing.
Secara khusus, ia menyapa kepala daerah Papua Barat, Sulawesi Tengah dan Maluku yang disebutnya sudah mencapai pertumbuhan ekonomi "luar biasa" karena didukung pengelolaan sumber mineral yang baik.
Gibran lantas mengingatkan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto sebesar 8 persen.
"Jadi Bapak, Ibu harus kerja keras semua. Dulu saya ingat sekali, pertama kali dilantik menjadi wali kota (Solo), itu pada waktu Covid-19, pertumbuhan ekonominya Solo itu minus 1,74 persen," ungkap Gibran dilansir siaran YouTube resmi Kementerian Dalam Negeri.
"Lalu kita kerja keras, kerja sama dengan TPID (tim pengendali inflasi daerah). Ini kebetulan kalau Pak Mendagri tiap Senin rajin mengontrol inflasi di tiap-tiap kota. (Solo dari) Minus 1,74 persen, lalu naik 4 persen, lalu naik lagi ke 6,25 persen," tegasnya.
Putra sulung Presiden RI ke-7, Joko Widodo itu lantas menyinggung soal indeks monitoring Center for Prevention (MCP) yang juga berhasil dicapainya saat memimpin Kota Solo.
MCP merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mendorong percepatan pencegahan korupsi.
Gibran menyebut, saat pertama kali memimpin Kota Solo, indeks MCP di daerah itu termasuk rendah, yakni 65 persen.
"Lalu kita naikkan ke 80 persen, 90 persen. Ini penting sekali Bapak Ibu karena Pak Presiden Prabowo menekankan untuk masalah pencegahan korupsi dan juga menutup kebocoran-kebocoran. Jadi MCP ini adalah salah satu indikator dari KPK. Ini perlu diseriusi," tegasnya.
Dalam paparannya, Wapres Gibran pun membagikan kunci bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi daerah agar sesuai dengan target Presiden Prabowo.
Yakni menerapkan kebijakan yang langsung menyentuh masyarakat dan pemanfaatan anggaran secara efektif.
"Sekali lagi, jika kita ingin pertumbuhan ekonomi naik sesuai target dari Pak Presiden, kuncinya adalah kebijakan yang langsung menyentuh masyarakat dan juga anggaran yang tepat sasaran," tambahnya.
Sebagaimana diketahui, Gibran Rakabuming Raka menjadi Wali Kota Solo pada 2021-2024.
Ia lantas maju mendampingi Prabowo Subianto dalam kontestasi Pilpres 2024 hingga keduanya terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2024-2029.
Saat ini, Gibran juga tercatat sebagai Wapres termuda sepanjang sejarah RI yang dilantik saat berusia 37 tahun.