Orangtua Tak Perlu Lagi Ikut Konsep 4 Sehat 5 Sempurna buat Anak, Kenapa?
Konsep pemberian makan bernutrisi 4 Sehat 5 Sempurna masih populer di kalangan masyarakat. Namun, orangtua saat ini tak perlu mengikutinya untuk anak.
(Kompas.com) 08/11/24 10:13 17758021
JAKARTA, KOMPAS.com - Konsep pemberian makan bernutrisi yang selama ini diketahui di Indonesia adalah "4 Sehat 5 Sempurna".
Akan tetapi, dokter spesialis anak dr. Kristian Wongso G., DTM&H, M.Sc., M.Krim., Sp.A. menuturkan, saat ini orangtua sudah tidak perlu mengikuti konsep tersebut.
"Sekarang, konsep itu sudah ditinggalkan, yang dipegang adalah \'Gizi Seimbang\'," ujar dia dalam diskusi daring, Kamis (7/11/2024).
- Cara Belajar yang Efektif untuk Anak Introvert dan Ekstrovert
- Terlalu Lama Pakai Dot Bisa Ganggu Proses Makan Anak, Mengapa?
Dikutip dari situs Sehat Negeriku yang dikelola Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Jumat (8/11/2024), konsep "4 Sehat 5 Sempurna" menekankan pada konsumsi makanan pokok, lauk pauk, sayur, dan buah.
Kemudian, susu dijadikan sebagai bahan pangan yang menyempurnakan asupan nutrisi tersebut.
Namun, konsep yang dipopulerkan oleh Prof. Poerwo Soedarmo selaku Bapak Gizi Indonesia sekitar tahun 1952 sudah tidak lagi digunakan.
Saat ini, konsep "4 Sehat 5 Sempurna" sudah berkembang dan disempurnakan menjadi Pedoman Gizi Seimbang (PGS), yang dijadikan sebagai landasan "Isi Piringku".
Dalam PGS, susu termasuk ke dalam kelompok lauk pauk, bukanlah asupan penyempurna dan bisa diganti dengan jenis lain dengan nilai nutrisi yang sama.
"Ada sebagian orangtua yang berpikir, kalau mereka belum kasih susu, artinya makanan anak belum sempurna. Sejujurnya, ini sangat keliru," ungkap Kristian.
Jadi, orangtua tidak perlu merasa berdosa jika lupa, bahkan tidak setiap hari memberikan susu pada anak.
Jika asupan karbohidrat, protein, lemak, dan mineral lainnya telah tercukupi dari makanan pokok atau karbohidrat, lauk pauk atau sumber protein, serta sayur dan buah atau vitamin dan mineral lainnya, susu tidak perlu diberikan.
- Mitos atau Fakta, Tumbuh Gigi Bikin Anak Diare?
- Mitos atau Fakta, Dot Sebabkan Noda Hitam pada Gigi Anak?
Karbohidrat pun tidak melulu harus dalam bentuk nasi. Orangtua bisa lebih variatif, misalnya dengan memberikan kentang, singkong, atau jagung.
"Ketahuilah, susu sebenarnya enggak wajib selama gizinya baik. Dan gizi yang baik adalah gizi yang seimbang," terang Kristian.
View this post on Instagram