Kata Erick Thohir, Pendirian Bullion Bank untuk Perluas Ekosistem Produksi Emas RI
Bullion bank merupakan tempat penyimpanan emas di Indonesia yang dapat menyediakan layanan kegiatan perbankan dengan instrumen logam mulia. Halaman all
(Kompas.com) 08/11/24 11:33 17761625
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pendirian bullion bank sudah pernah dirapatkan secara terbatas (ratas) bersama Presiden RI.
Meski demikian, Erick tidak menyebut secara rinci apakah pembahasan khusus yang dimaksud dilakukan di masa pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Hanya saja, ia menegaskan bullion bank harus ada untuk menyambungkan dan memperluas ekosistem produksi emas di Indonesia.
"Memang kan sudah pernah di-rataskan, dibicarakan, bagaimana Indonesia harus punya bullion bank sendiri. Nah ini yang tadi, kalau dulu ekosistemnya emasnya belum nyambung. Kalau ini kan enggak bisa menjadi proven. Bahwa ini barangnya udah ada. Jadi supaya ekosistemnya besar," ujar Erick usai menghadiri menghadiri penandatanganan kerja sama antara PT Freeport Indonesia (PTFI) dengan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk di Jakarta, Kamis (7/11/2024) malam.
"Jadi ini kesempatannya akan jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Jadi kita coba nanti dorong lagi di pemerintahan, kebetulan kita punya tadi seperti pegadaian, BSI, BRI Ini bisa menjadi opsi," lanjutnya.
Bullion bank merupakan tempat penyimpanan emas di Indonesia yang dapat menyediakan layanan kegiatan perbankan dengan instrumen logam mulia.
Erick melanjutkan, dorongan kehadiran bullion bank ini sejalan dengan produksi emas di Tanah Air yang mencapai angka puluhan ton.
Sehingga pemerintah pun ingin ada keterlibatan masyarakat yang lebih luas di dalamnya.
"Dengan sekarang ada Freeport punya smelter, bisa produksi sampai 50 ton. Ini nanti dibeli 30 ton (oleh PT Antam Tbk), itu penghematannya hampir Rp 200 triliun. Itu sangat besar," ungkap Erick.
"Tapi tadi saya bilang, tidak cukup di situ, kembali, base dari ekonomi masyarakat harus terus digali. Misalnya untuk deposito atau tabungan emas. Tabungan emas ini kita tidak punya bullion bank," ungkapnya.
Erick menyebut, apabila sudah tersedia bullion bank maka masyarakat akan mulai mengenal dan terbiasa dengan tabungan emas.
Terlebih, saat ini sejumlah sistem tabungan yang lebih spesifik seperti tabungan syariah dan pegadaian sudah lebih dulu dikenal luas masyarakat.
"Kebetulan kita ada bank syariah, ada pegadaian, ya kita coba dorong masyarakat juga mulai menabung emas. Nah ini akan meningkatkan reserve-nya (simpanan). Yang tadi cuma 70,83 itu bisa terus naik nanti," ungkap Erick.
"Tetapi tidak hanya negara sendiri, tetapi bersama masyarakat yang memang kita pastikan ekonominya makin hari, makin baik," katanya.
Cadangan emas Indonesia
Dalam penjelasannya, Erick Thohir mengungkapkan cadangan emas Indonesia berada di urutan enam besar dunia dengan jumlah sekitar 2.600 ton.
Namun, cadangan emas batangan Indonesia baru sebanyak 78,3 ton dan menduduki peringkat 43 di dunia.
Dibandingkan negara lain seperti Amerika Serikat (AS) jumlah cadangan emas Indonesia masih tertinggal.
"Ini contoh saja tadi saya sampaikan, kalau bicara cadangan emas itu, kita nomor 6 terbesar di dunia. Tapi kalau kita lihat, untuk cadangan batangan emas, kita cuma 78,3 ton. Artinya kita nomor 43 di dunia. Ekonomi Kita lihat Amerika itu hampir 8 ribu ton reserve-nya," jelas Erick.
Sehingga menurutnya harus ada tindakan lebih lanjut untuk memperbesar cadangan emas Indonesia.
Pada Kamis, PT Freeport Indonesia (PTFI) melakukan kesepakatan kerja sama dengan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk di Jakarta.
Adapun penandatanganan kerja sama pada Senin malam dilakukan Tony Wenas dengan Dirut PT Antam Tbk Nicolas Canter.
Kerja sama dilakukan untuk jual beli emas dengan kadar kemurnian 99,99 persen.
Dalam perjanjian bisnis ini, Antam akan membeli sebanyak 30 ton emas dengan kemurnian 99.99 persen dari PTFI.
Bahan baku emas dari PTFI kemudian akan diolah Antam di Pabrik Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia untuk menjadi produk logam mulia Antam.
"Dengan sekarang ada Freeport punya smelter, bisa produksi sampai 50 ton. Ini nanti dibeli 30 ton, itu penghematannya hampir Rp 200 triliun. Itu sangat besar," tambah Erick.