Sempat Diguyur, Saham BRMS Melonjak Lagi, Punya Kejutan Akhir Bulan?
Saham Bumi Resources Minerals (BRMS) bangkit di sesi I hari ini. BRMS kemarin sempat mendadak anjlok. - Halaman all
(InvestorID) 08/11/24 09:46 17761942
JAKARTA, investor.id - Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) bangkit pada sesi I perdagangan 8 November 2024. Sekitar pukul 09.40 WIB saham BRMS ada di Rp 430 atau +8,04%.
Padahal saham BRMS sempat mendadak anjlok 9,55% pada perdagangan 7 November 2024 kemarin.
Kemarin saham Bumi Resources Minerals (BRMS) banyak didistribusikan alias diguyur ke pasar. Tercatat broker JP Morgan Sekuritas net sell Rp 49,8 miliar, UBS Sekuritas net sell Rp 41,3 miliar, Maybank Sekuritas net sell Rp 33,3 miliar, dan Semesta Indovest net sell Rp 27,3 miliar.
Asing juga melepas saham BRMS di mana mencatatkan net sell mencapai Rp 237 miliar.
Bumi Resources Minerals sendiri dikendalikan oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI), emiten Grup Bakrie dan Salim.
Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Farras Farhan dan Hernanda Cahyo sempat menyebutkan bahwa kunjungan Samuel Sekuritas bersama direktur Bumi Resources Minerals (BRMS) ke beberapa fund manager mengungkap tingginya ketertarikan investor pada ekspansi perusahaan atas tambahan kapasitas 4.000 tpd dalam pengembangan, dan penambangan bawah tanah yang direncanakan pada tahun 2027 di Citra Palu Mineral (CPM).
Pendorong pertumbuhan Bumi Minerals (BRMS), lanjut mereka, adalah keterlibatan AP Investment/Salim Group yang Samuel Sekuritas harapkan mendorong CAGR 2024-2028F sebesar 22,0% pada tingkat EBITDA dan 19,2% untuk EPS.
“Karena itu, kami tegaskan kembali pandangan positif kami terhadap BRMS dengan TP Rp 500 (berbasis SOTP),mencerminkan US$ 26,6 EV/cadangan dan potensi kenaikan 35,9%. Beli,” ungkap Farras dan Hernando dalam risetnya belum lama ini.
Luar Biasa
Bumi Resources Minerals (BRMS) merupakan emiten yang dikendalikan PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Di mana penerima manfaat akhir dari BUMI adalah Grup Bakrie dan Salim.
CFO dan Direktur BRMS Charles Gobel mengungkapkan, perseroan bertujuan untuk mengamankan fasilitas pinjaman pada kuartal I-2025.
“Hal ini akan memungkinkan kami memulai pengembangan penambangan bawah tanah di Palu pada kuartal II-2025 dan memproses bijih emas grade yang lebih tinggi dari tambang bawah tanah pada akhir tahun 2027. Informasi lebih lanjut mengenai ukuran capex dan rencana pembiayaan akan diungkapkan bersamaan dengan pengumuman laporan keuangan kuartal III-2024 kami yang diaudit pada akhir November 2024,” jelas Charles dalam keterangan resmi belum lama ini.
Chief Investor Relations & Direktur BRMS, Herwin Hidayat menambahkan bahwa bulan September, pihaknya telah mengumumkan data sumber daya mineral JORC dari anak perusahaan BRMS, PT Citra Palu Minerals (CPM), dan penunjukan PT Macmahon Indonesia (anak perusahaan Macmahon Holdings Limited, Australia) sebagai kontraktor penambangan perusahaan di lokasi River Reef (Poboya, Palu).
“Pada akhir November 2024, kami berharap dapat mengungkapkan informasi data cadangan mineral JORC kamis, sebagai kelanjutan dari Laporan Sumber Daya Mineral kami. Data tersebut mencakup kadar emas yang lebih tinggi dari prospek bawah tanah,” sebut Herwin.
“Kami juga akan mengumumkan hasil laporan keuangan audit Q3-2024 kami yang luar biasa yang mencerminkan output emas yang lebih tinggi dan harga jual yang lebih tinggi pada akhir November 2024,” paparnya.
Pada Januari-September 2024, Bumi Resources Minerals (BRMS) membukukan 45.366 ons gold output. Dengan selling price US$ 2.347/ons.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #brms #bumi-resources-minerals #saham-brms #bakrie #salim #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/379490/sempat-diguyur-saham-brms-melonjak-lagi-punya-kejutan-akhir-bulan