Emiten Baru Muncul, Valuasi Murah, Ini yang Ditunggu-tunggu Pasar?
Daaz Bara Lestari (DAAZ) listing pada Senin, 11 November 2024. Valuasi IPO DAAZ disebut murah oleh manajemen. - Halaman all
(InvestorID) 08/11/24 11:22 17763853
JAKARTA, investor.id - PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) bakal resmi menjadi emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 11 November 2024.
Perseroan telah menuntaskan masa penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada 1-7 November 2024. Penjatahan pun dilakukan pada 7 November kemarin, dan distribusi saham dijadwalkan 8 November ini.
Daaz Bara Lestari (DAAZ) melepas sebanyak 300 juta (15,02%) saham ke publik di harga Rp 880/saham. Sehingga nilai keseluruhan IPO DAAZ Rp 264 miliar.
Daaz Bara Lestari bakal mencatatkan (listing) total sebanyak 1,99 miliar saham, sudah termasuk saham yang dimiliki pemegang saham sebelum IPO.
Pemegang saham Daaz Bara Lestari (DAAZ) sebelum IPO terdiri dari Zainal Abidinsyah sejumlah 20% saham, Irawan Sastrotanojo 15% saham, Erwin Sutanto 15% saham, dan PT Daaz Nusantara Abadi 50% saham. Pengendali perseroan adalah Erwin Sutanto.
Erwin Sutanto sendiri juga merupakan salah satu pengendali dari satu perusahaan terbuka lainnya yaitu PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX).
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek adalah Henan Putihrai Sekuritas dan CGS International Sekuritas.
Henan Putihrai juga sebelumnya menjadi salah satu underwriter dalam IPO yang dilakukan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), emiten Prajogo Pangestu. Karena itu, IPO DAAZ sempat dibahas ramai oleh pelaku pasar modal. Hingga berita ini ditulis, belum keluar hasil dari pelaksanaan IPO DAAZ.
Daaz Group didirikan pada tahun 2009 sebagai perusahaan perdagangan komoditas dan telah berkembang menjadi perusahaan yang terdiversifikasi dengan operasi yang mencakup perdagangan komoditas, perkapalan, dan jasa pertambangan.
Valuasi
Manajemen Daaz Bara Lestari (DAAZ) dalam prospektus menjelaskan harga perdana yang ditetapkan perseroan memiliki price earning ratio (PER) sebesar 20,69x untuk periode empat bulan sampai dengan 30 April 2024 dan sebesar 6,90x bila disetahunkan.
“PER perseroan tersebut lebih rendah dari median perusahaan sejenis yaitu sebesar 24,05x untuk periode empat bulan sampai dengan 30 April 2024 dan sebesar 8,02x bila disetahunkan,” papar manajemen DAAZ.
Manajemen menambahkan, DAAZ memiliki price to book value (PBV) sebesar 1,38x untuk periode empat bulan sampai dengan 30 April 2024 dan untuk bila disetahunkan PBV perseroan tersebut sedikit di atas dari median perusahaan sejenis yaitu sebesar 1,07x. Akan tetapi masih jauh di bawah beberapa perusahaan sejenis yang memiliki PBV di atas 4x seperti PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) dan PT Sumber Global Energi Tbk (SGER).
Referensi PER dan PBV perusahaan pada industri sejenis dengan Daaz Bara Lestari (DAAZ) sebagai berikut untuk periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2024, dan yang disetahunkan:
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #daaz-bara-lestari #daaz #ipo #saham-daaz #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/379496/emiten-baru-muncul-valuasi-murah-ini-yang-ditunggutunggu-pasar