Sistem MLFF Indonesia yang 100 Persen Dibiayai Pajak Warga Hongaria Tak Kunjung Diterapkan, Apa Penyebabnya?
Sistem MLFF atau proses pembayaran tol tanpa berhenti ternyata 100 persen dibiayai pajak WN Hongaria, namun proyek ini tidak kujung dilaksanakan. Halaman all?page=all
(Kompas.com) 08/11/24 11:30 17784858
KOMPAS.com - Di balik rencana pemerintah menerapkan sistem multi-lane free flow (MLFF) atau proses pembayaran tol tanpa berhenti, ternyata proyek ini dibiayai sepenuhnya menggunakan pajak rakyat Hongaria.
Duta Besar Hongaria untuk Indonesia, Lilla Karsay mengatakan, pemerintah negaranya sudah menggelontorkan dana sebesar 300 juta dollar AS atau sekitar Rp 4,6 triliun untuk membiayai proyek tersebut pada 2021.
Dana sebesar itu disalurkan dalam bentuk foreign direct investment (FDI) sehingga sistem MLFF di Indonesia sama sekali tidak dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Meski didanai oleh negara lain, jadwal penerapan sistem MLFF terus mundur dari yang semula Juni 2023 lalu ditargetkan dapat diuji coba mulai Desember 2024 di Jalan Tol Bali Mandara.
“Pada tahun 2021, Pemerintah Hongaria mengalokasikan 300 juta dollar AS yang berasal dari pajak masyarakat," ujar Lilla dalam konferensi pers di Hotel Kempinski, Jakarta, dikutip dari Kompas.com, Rabu (6/11/2024).
Pengaruhi hubungan Indonesia dan Hongaria
Lilla terang-terangan menyatakan, belum dilaksanakannya sistem MLFF berdampak pada hubungan bilateral Indonesia dan Hongaria.
“Hal ini juga sesuatu yang perlu kita pikirkan karena skenario terburuknya adalah pergi tanpa mengimplementasikan proyek,” kata Lilla.
Dalam konferensi pers yang sama, Direktur PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) Reinaldi Hutomo mengatakan, pengembangan sistem MLFF yang didanai Hongaria sudah menelan separuh lebih dari nilai investasi atau sekitar Rp 2 triliun.
RITS adalah badan usaha pelaksana (BUP) program MLFF yang memenangkan tender sesuai surat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor: PB.02.01-Mn/132 pada 27 Januari 2021.
Reinaldi mengatakan, meski belum dilaksanakan, sistem MLFF sebenarnya sudah siap jika ingin diterapkan saat ini.
Tapi, RITS mengaku pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah mengenai penerapan sistem tersebut.
“Dari sistem teknologi enggak ada masalah.Yang kami butuhkan adalah bagaimana kami mendapatkan arahan dari pemerintah,” ujar Reinaldi.
MLFF berharap bisa diterapkan mulai kuartal I 2025
Senada dengan Reinaldi, Direktur Utama RITS Attila Keszeg mengatakan, pihaknya siap mengimplementasikan MLFF saat ini juga.
Ia berharap, proyek yang menelan anggaran triliunan Rupiah tersebut dapat dioperasikan mulai kuartal I 2025.
Selain itu, Attila juga menuturkan, RITS sudah berkomitmen untuk menyelesaikan proyek MLFF berdasarkan kontrak yang sudah disepakati dan ditandatangani dengan pemerintah Indonesia melalui Kementerian PUPR pada 2021.
#multi-lane-free-flow #mlff-kepanjangan-dari #apa-itu-mlff-toll #mlff-indonesia-dibiayai-hongaria