Cari Peluang Bisnis Waralaba? Cek di Pameran IFBC 2024
Jangan lewatkan IFBC 2024 di Tangerang! Temukan peluang bisnis franchise dan kemitraan dari 200 merek terkemuka selama 3 hari. Halaman all
(Kompas.com) 08/11/24 19:12 17794244
TANGERANG, KOMPAS.com - Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bersama Neo Expo Promosindo menggelar pameran Info Franchise and Business Concept (IFBC) di Hall 3A, ICE BSD, Tangerang, Banten pada 8 November-10 November 2024.
Pameran yang mengusung tema "Empowering Growth" ini, diikuti oleh lebih dari 200 merek peluang usaha, terdiri dari waralaba (franchise), peluang bisnis, kemitraan, keagenan, distributor, hingga pendukung bisnis.
Direktur Bidang Usaha Perdagangan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Septo Soepriyatno mengapresiasi AFI yang terus mendukung kewirausahaan nasional di sektor waralaba.
"AFI selama ini telah menjadi mitra pemerintah dalam memajukan kewirausahaan nasional melalui pengembangan konsep bisnis, peluang usaha, kemitraan, serta UMKM di sektor waralaba," ujar Septo, dalam sambutannya saat pembukaan pameran. Jumat (8/11/2024).
Ia pun menjelaskan soal tren pertumbuhan bisnis waralaba di Tanah Air yang masih tumbuh positif.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kemendag sejak 2020, bisnis waralaba terpantau tumbuh konstan di angka 5 persen.
Kemudian, hingga Oktober 2024, tercatat ada 154 pemberi waralaba dalam negeri dan 146 pemberi waralaba luar negeri yang ada di Indonesia.
Untuk bidang usaha yang paling banyak menjadi pasar waralaba yaitu food and beverage sebesar 48,05 persen. Kemudian disusul jasa kecantikan dan kesehatan sebanyak 11,69 persen, jasa pendidikan non formal sebanyak 10,39 persen, retail 9,09 persen dan otomotif sebanyak 3,92 persen.
"Selain itu, juga ada jasa yang meliputi jasa properti, jasa perawatan perbankan elektronik, biro perjalanan wisata, apotek, karaoke, hotel, dan lain-lain," tutur Septo.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Kemendag terus berupaya mendukung para pelaku usaha melalui program pendampingan waralaba nasional untuk mencetak pewaralaba yang berasal dari dalam negeri.
Kemendag pun memberikan fasilitas penyelenggaraan pameran yang dapat diikuti pewaralaba lokal. Lalu, Kemendag mendorong ekspansi waralaba nasional ke pasar internasional.
Septo mengungkapkan, saat ini sejumlah merek waralaba lokal sudah masuk ke pasar luar negeri.
"Beberapa merek seperti Alfamart, Ayam Gepuk Pak Gembus, Kebab Turki Baba Rafi, Taman Sari Royal Heritage and Spa, kemudian Roti Roti, Air Minum Biru yang telah berhasil memasuki pasar luar negeri sehingga memberikan kontribusi devisa bagi negara," kata Septo.
"Kemendag pada tahun ini insya Allah akan memfasilitasi para pelaku usaha yang telah memiliki STPW (surat tanda pendaftaran waralaba), khususnya STPW dari dalam negeri untuk kita ikut sertakan dalam program pelatihan peningkatan ekspor," tambahnya.
Adapun pameran IFBC yang digelar selama tiga hari dibuka sejak pukul 10.00 WIB dan ditutup pukul 20.00 WIB setiap harinya.
Pameran tersebut menyediakan spektrum bisnis secara lengkap, mulai dari franchise, kemitraan, peluang usaha, dan pendukung bisnis.
Nilai investasi yang ditawarkan pun beragam, mulai dari Rp 6 juta hingga Rp 1,5 miliar.
Sehingga, pengunjung yang berniat menjadi pelaku usaha bisa mendapatkan ragam referensi bisnis sesuai dengan kebutuhan, modal, dan minat masing-masing.
Selain itu pameran juga diikuti puluhan bisnis franchise dari beragam segmentasi usaha. Yakni segmentasi kopi, minuman kekinian, bisnis kuliner, kuliner asing, bisnis pendidikan, ritel air minum, jasa kecantikan hingga otomotif.
Ada pula segmentasi pendukung bisnis keuangan digital, pengelolaan uang tunai, properti, alat masak, sampai legalitas (hukum).