[POPULER MONEY] Prabowo Mulai Lawatan Luar Negeri Didampingi Menteri-menteri Ekonomi | Sekilas Mengenal Danantara
Prabowo Mulai Lawatan Luar Negeri Didampingi Menteri-menteri Ekonomi hingga Sekilas Mengenal Danantara, Superholding BUMN jadi artikel populer Money. Halaman all
(Kompas.com) 09/11/24 07:19 17847837
1. Prabowo Mulai Rangkaian Lawatan Luar Negeri Pertamanya Didampingi Menteri-menteri Ekonomi
Presiden Prabowo Subianto bertolak ke China dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Jumat (8/11/2024) hari ini. Kunjungan ke China ini merupakan pembuka bagi rangkaian lawatan luar negeri perdana Prabowo Subianto setelah resmi menjadi Presiden RI.
Dalam sambutannya sebelum berangkat, Presiden Prabowo menjelaskan rute perjalanannya ke sejumlah negara.
"Pada hari ini saya beserta delegasi dari pemerintah RI akan melaksanakan kunjungan ke luar negeri. Pertama memenuhi undangan dari Presiden China (Xi Jinping) , kemudian dari Beijing saya akaan terbang langsung ke Washington DC, memenuhi undangan dari Presiden Amerika Serikat (Joe Biden)," ujar Prabowo dilansir siaran YouTube Kompas TV pada Jumat.
"Dari situ saya akan hadiri KTT APEC di Peru, di Lima, Peru, dari Peru (lalu) hadir (ke) KTT G20 di Brasil. Dan dari Brasil saya akan terbang langsung memenuhi undangan dari Perdana Menteri Kerajaan Inggris," katanya.
Selengkapnya baca di sini
2. Sekilas Mengenal Danantara, "Superholding" BUMN Baru yang Bakal Kelola Aset "Jumbo" Rp 9.480 Triliun
Pemerintah Indonesia membentuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara).
Badan baru ini dirancang sebagai "superholding" baru bagi sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan entitas kekayaan negara lainnya.
Meski peluncurannya tertunda akibat lawatan luar negeri Presiden Prabowo Subianto, Danantara diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi dan daya saing Indonesia di tingkat global.
Lantas, apa sebenarnya peran dan manfaat BP Danantara? Simak penjelasan berikut ini
3. Bagaimana Posisi Kementerian BUMN Setelah Ada Danantara? Erick Thohir Beri Penjelasan
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjelaskan posisi kementeriannya setelah ada pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara).
Hal tersebut disampaikan Erick ketika ditanya soal apakah Kementerian BUMN nantinya akan mengelola BUMN yang kecil saja.
"Oh Saya enggak bisa ngomong kecil dan besar. Selama ini saya di BUMN itu memang garis tangannya restrukturisasi. Yang tidak sehat daripada (menjadi) sehat," ujar Erick usai menghadiri penandatanganan kerja sama antara PT Freeport Indonesia (PTFI) dengan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk di Jakarta, Kamis (7/11/2024).
Baca selengkapnya di sini
4. Mentan Sebut 20.000 Pemuda Daftar Petani Milenial, Iming-iming Gaji Minimal Rp 10 Juta Per Bulan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan, sudah ada 20.000 pemuda yang mendaftar sebagai petani milenial. Dari jumlah itu, Kementerian Pertanian telah menerima 3.000 petani milenial untuk membantu program cetak sawah.
“Sekarang sudah ada 3.000 (petani milenial), dan (yang) mendaftar 20.000 sekarang,” kata Amran di kantor Kementan, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2024).
Amran mengatakan bahwa dirinya ingin memaksimalkan bonus demografi, di mana ia menyebut 52 persen penduduk Indonesia akan berada di usia produktif.
Simak selengkapnya di sini
5. Sri Mulyani Sebut Kemenangan Trump di Pilpres AS Pengaruhi Harga Minyak Dunia
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) 2024 bakal berdampak pada pergerakan harga minyak dunia di masa depan.
Ia menjelaskan, salah satu hal yang menarik perhatian dari kondisi politik AS terkini adalah perbedaan pandangan antara Trump dengan Joe Biden, Presiden AS saat ini, terkait permasalahan perubahan iklim.
"Trump itu dari sisi isu perubahan iklim sangat berbeda dibandingkan Presiden Biden. Trump untuk komitmen penurunan CO2, terutama dari energi, itu tidak mengikuti seperti yang dilakukan oleh Presiden Biden," ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (8/11/2024).
Selengkapnya simak di sini