Bertemu Menteri Investasi, Apple Berencana Bangun Fasilitas Manufaktur di Bandung

Bertemu Menteri Investasi, Apple Berencana Bangun Fasilitas Manufaktur di Bandung

Apple berencana mendirikan fasilitas manufaktur di Bandung setelah pertemuan dengan Menteri Investasi. Simak rencana besar ini! Halaman all

(Kompas.com) 09/11/24 08:27 17875759

JAKARTA, KOMPAS.com - Raksasa elektronik asal Amerika Serikat, Apple, berencana melakukan investasi tambahan di Indonesia dengan mendirikan fasilitas manufaktur di Bandung.

Hal tersebut terungkap usai pihak Apple bertemu dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan P. Roeslani di Jakarta pada Kamis (7/11/2024).

Dilansir dari akun Instagram resmi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM @bkpm_id pada Sabtu (9/11/2024), disebutkan bahwa Menteri Rosan bertemu dengan Vice President of Global Policy Apple di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM di Jakarta pada Kamis.

"Pertemuan ini membahas perkembangan investasi Apple di Indonesia," demikian dilansir unggahan tersebut.

Unggahan juga menyebut bahwa selama ini Apple telah berperan dalam membangun ekosistem inovasi di Indonesia melalui Apple Academy di Batam, Surabaya, dan BSD.

"Pertemuan ini membahas perkembangan investasi Apple di Indonesia," lanjut informasi dari unggahan yang sama.

Dalam pernyataannya saat pertemuan, Menteri Rosan menyampaikan apresiasi atas langkah positif Apple yang sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat rantai pasok industri di Indonesia.

Diharapkan, investasi ini dapat memperkokoh kolaborasi serta mendukung terciptanya ekonomi berkelanjutan yang kompetitif.

Apple baru-baru ini menjadi sorotan publik usai pemerintah Indonesia melarang perdagangan iPhone 16 series.

Pemerintah RI menyebut produsen iPhone 16 series itu belum memenuhi syarat sertifikasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Pemerintah Tunggu Realisasi Komitmen Investasi

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arif mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih memproses permohonan sertifikasi TKDN untuk iPhone 16 series.

Kemenperin pun mengaitkan proses penerbitan sertifikasi TKDN dengan komitmen investasi dari Apple.

Jika investasi sudah terealisasi, maka sertifikat TKDN sudah bisa diberikan dan iPhone 16 segera bisa beredar resmi di Indonesia.

"Bahwa kami sedang memproses permohonan sertifikasi TKDN iPhone 16. Dan kami mengaitkannya dengan komitmen investasi dari Apple untuk membangun Apple Academy. Dulu kan pernah disampaikan oleh petinggi Apple di Indonesia, mereka akan investasi," ujar Febri di Kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Senin (7/10/2024).

"Bahwa kami sedang memproses permohonan sertifikasi TKDN iPhone 16. Dan kami mengaitkannya dengan komitmen investasi dari Apple untuk membangun Apple Academy. Dulu kan pernah disampaikan oleh petinggi Apple di Indonesia, mereka akan investasi," katanya.

Febri melanjutkan, saat ini pemberian izin edar untuk iPhone 16 series di Indonesia ditunda terlebih dulu.

Sehingga ia memastikan jika ada yang sudah menjual iPhone di pasaran, maka hal itu ilegal.

"Sekarang ditunda dulu (peredarannya). Kalau ada yang (sudah) menjual iPhone 16, itu ilegal, karena belum dapat sertifikasi," tegas Febri.


Syarat TKDN 40 Persen

Febri melanjutkan, untuk bisa mendapatkan sertifikat TKDN, pihak Apple harus memenuhi syarat 40 persen TKDN.

Persentase itu dipenuhi dari realisasi investasi atau penggunaan sejumlah elemen pembuat iPhone yang bahan bakunya berasal dari Indonesia.

"(Syaratnya) 40 persen. Kalau mereka sudah merealisasikan investasi, nanti bisa sampai 40 persen (TKDN). Kan kalau misalnya iPhone kawan-kawan ini kan ada komponennya kan, ada casingnya lah, atau apa namanya, aksesorisnya lah, itu diproduksi dalam negeri, setelah dihitung semuanya, nanti ada rumusnya itu 40 persen. Nah kalau 40 persen, dia bisa dapat sertifikasi TKDN," jelas Febri.

Saat ditanya soal berapa lama proses sertifikasi TKDN bisa diselesaikan, Febri menyatakan hal itu tergantung realisasi investasi yang sudah dilakukan Apple.

Ia menambahkan, teknis realisasi tersebut nantinya akan menjadi tanggung jawab dari Kementerian Investasi.

Adapun pada April 2024, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pemerintah dan pihak produsen teknologi Apple telah meneken perjanjian investasi terbaru.

Dalam perjanjian tersebut, disepakati bahwa Apple wajib membangun infrastruktur pendidikan atau Apple Developer Academy yang keempat di Indonesia.

"Ini sudah dalam perjanjian kita yang sudah kita tandatangani, Apple mempunyai kewajiban untuk membangun yang (Apple Developer Academy) keempat tahun ini," ujar Agus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada 17 April 2024.

Saat itu Agus mengungkapkan jika Apple mengungkapkan rencana membangun Apple Academy di Bali.

"Dan mereka sudah memberikan komitmen. Kemarin sudah ada statemen dari Apple akan dibangun di Bali," ungkapnya.

Sementara itu, sebelumnya, Apple sudah memiliki tiga infrastruktur pendidikan di Indonesia. Ketiganya berada di Tangerang Selatan, Batam, dan Surabaya.

Agus menyebutkan, dengan adanya tambahan satu pembangunan Apple Developer Academy ini, maka nilai investasi Apple di Indonesia saat ini sekitar Rp 1,6 triliun.

#fasilitas-manufaktur #investasi #bandung #apple

https://money.kompas.com/read/2024/11/09/082700826/bertemu-menteri-investasi-apple-berencana-bangun-fasilitas-manufaktur-di