Emiten Prajogo Pangestu Bikin Investor Semangat, Ramalan Harga Sahamnya Muncul

Emiten Prajogo Pangestu Bikin Investor Semangat, Ramalan Harga Sahamnya Muncul

IHSG kemarin menguat ditopang saham emiten Prajogo Pangestu seperti BREN dan TPIA. Berikut perkiraaan target harga saham BREN, TPIA Cs. - Halaman all

(InvestorID) 09/11/24 12:10 17885375

JAKARTA, investor.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (8/11/2024) menghijau 0,60%  ke level 7.287,19.

Pasar ditopang oleh emiten konglomerat Prajogo Pangestu. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melesat 14,58% menjadi Rp 6.875, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) +8,58% ke Rp 7.275, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) +5,62% ke Rp 940, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) +6,87% ke Rp 7.000.

Keempatnya masuk daftar top leaders IHSG kemarin, dengan BREN ada di nomor 1 dan memberikan kontribusi +32,62 poin ke IHSG. TPIA di nomor 2, BRPT di nomor 6, dan CUAN di nomor 7.

Founder Stocknow.id Hendra Wardana menuturkan, saham emiten Prajogo Pangestu memainkan peran krusial dalam rebound IHSG. Saham BREN mendapat respons positif setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengonfirmasi bahwa konsentrasi kepemilikan sahamnya tidak menjadi masalah meski sempat gagal masuk indeks FTSE Russell karena aturan free float. "Pernyataan OJK tersebut memunculkan sentimen positif bagi saham ini, yang langsung direspons investor dengan antusias," jelasnya kepada Investor Daily, Jumat (8/11/2024).

Di tengah suasana pasar yang kembali positif, saham-saham dari grup Prajogo Pangestu menjadi rekomendasi menarik.

Target harga BREN berada di 7.850, TPIA di 8.275, CUAN di 7.700, dan BRPT di 1.005. "Meski kenaikan IHSG saat ini didorong oleh faktor fundamental yang kuat, investor tetap disarankan mewaspadai potensi volatilitas di tengah perkembangan global," ujar Hendra.

Pemicu

Secara terpisah, Analis Kiwoom Sekuritas Miftahul Khaer mengatakan, kenaikan saham Barito Renewables Energy (BREN) - emiten Prajogo Pangestu - juga didukung oleh keputusan Federal Reserve AS yang menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada November 2024. Kebijakan moneter ini menciptakan optimisme global, terutama bagi pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, yang cenderung mendapatkan aliran modal lebih besar ketika suku bunga AS turun. "Faktor ini menjadi pemicu tambahan bagi IHSG, yang kembali mendapat minat investor terhadap aset berisiko," kata dia.

Sementara itu, menurut Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menuturkpEan, salah satu faktor utama di balik lonjakan BREN adalah tingginya minat pasar pada saham-saham unggulan. Investor terus memburu saham-saham big caps, melihat potensi profit yang menarik di tengah situasi pasar yang menguat. Selain itu, penurunan suku bunga sebesar 20 basis poin oleh Federal Reserve AS menambah optimisme pelaku pasar. "Langkah The Fed ini, yang juga disertai komitmen untuk terus melonggarkan kebijakan moneter, memberi ruang bagi aset-aset berisiko di negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk terus diminati," jelasnya.

Ke depan, para investor diharapkan mencermati sejumlah agenda penting, termasuk aksi korporasi yang akan datang dari emiten-emiten besar. Pengumuman terkait indeks FTSE serta rilis laporan keuangan triwulan dari perusahaan-perusahaan besar juga menjadi momen krusial yang bisa mempengaruhi keputusan investasi.

"Meski kenaikan IHSG kali ini membawa angin segar, investor perlu tetap waspada terhadap potensi aksi ambil untung (taking profit) yang bisa terjadi sewaktu-waktu," pungkasnya.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #prajogo-pangestu #barito-renewables #bren #tpia #cuan #brpt #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/379594/emiten-prajogo-pangestu-bikin-investor-semangat-ramalan-harga-sahamnya-muncul