Rapor Industri Manufaktur Baik, Menperin: Bisa Lebih Bagus...
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dorong regulasi untuk tingkatkan industri manufaktur. Halaman all
(Kompas.com) 09/11/24 20:13 17906785
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mendorong agar ada regulasi yang mendukung terus bertumbuhnya industri manufaktur (pengolahan) dalam negeri.
Ia berpendapat, regulasi yang perlu ada yakni soal pelarangan dan pembatasan (lartas) barang industri serta perlindungan industri dalam negeri (safeguard).
"Kami berpendapat, pertumbuhan sektor manufaktur bisa lebih bagus apabila semua regulasi yang dibutuhkan tersedia, khususnya yang berkaitan dengan lartas dan safeguards,” ujar Agus dilansir siaran pers Kementerian, Sabtu (9/11/2024).
Agus Gumiwang mengungkapkan sedianya capaian industri pengolahan saat ini sudah baik.
Berdasarkan laporan terbaru, industri pengolahan nonmigas kembali memberikan kontribusi terbesar terhadap perekonomian nasional kuartal III – 2024, yaitu sebesar 17,18 persen.
Kontribusi industri manufaktur pada kuartal III ini meningkat dibandingkan pada kuartal II – 2024 yang mencapai 16,70 persen.
Pada periode ini, industri pengolahan nonmigas tumbuh 4,84 persen (year on year/yoy), melampaui pertumbuhannya pada kuartal II – 2024 sebesar 4,63 persen.
“Pertumbuhan industri pengolahan nonmigas merupakan jerih payah para pelaku industri yang terus bekerja keras di tengah kondisi perekonomian global yang sangat dinamis, juga gempuran produk impor,” kata Agus.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi pada periode ini mencapai 4,95 persen (yoy).
Pertumbuhan itu salah satunya ditopang oleh industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 0,96 persen.
Selanjutnya, industri pengolahan tumbuh didorong oleh permintaan domestik dan luar negeri.
Seperti pada industri makanan dan minuman yang tumbuh 5,82 persen dengan ditopang permintaan domestik produk makanan dan peningkatan ekspor produk minuman.
Kemudian industri logam dasar yang tumbuh 12,36 persen, sejalan dengan peningkatan permintaan luar negeri untuk logam dasar, khususnya besi dan baja.
Sedangkan industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik tumbuh 7,29 persen didorong oleh permintaan luar negeri untuk bahan bangunan dari logam dan komponen elektronik.
Di samping itu, belanja modal APBN yang tumbuh 49,51 persen (yoy) serta konsumsi masyarakat, salah satunya ditunjukkan oleh penjualan domestik sepeda motor yang tumbuh 11,96 persen (yoy), juga turut mendukung pertumbuhan ekonomi.
Lebih lanjut, Agus mengungkapkan, hasil survei Indeks Kepercayaan Industri (IKI) 2024 pada Oktober 2024 mengungkap peningkatan persentase pelaku usaha yang merasa optimis dan stabil menjadi 95,1 persen, dengan 73,3 persen pelaku usaha menyatakan optimisme terhadap kondisi usaha mereka.
#industri-manufaktur #pertumbuhan-ekonomi #agus-gumiwang #regulasi-pelarangan