Rupiah Lanjut Melesat Setelah Keputusan The Fed

Rupiah Lanjut Melesat Setelah Keputusan The Fed

Mata uang rupiah lanjut melesat pada penutupan perdagangan Jumat (8/11/2024). - Halaman all

(InvestorID) 08/11/24 15:50 17907557

JAKARTA, investor.id – Mata uang rupiah lanjut melesat pada penutupan perdagangan Jumat (8/11/2024). Kenaikan masih terlihat pasca keputusan The Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga Amerika Serikat (AS) sebesar seperempat poin persentase atau 25 basis poin (bps).

Setelah putusan bank sentral AS yang sesuai harapan pasar, Gubernur The Fed Jerome Powell mengindikasikan pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut, sebut Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi.

“Powell mengindikasikan ekonomi AS tetap tangguh dan The Fed akan melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut, meskipun dengan hati-hati, di tengah kemajuan dalam menurunkan inflasi,” jelas Ibrahim dalam catatan Jumat.

Pada perdagangan sore ini, nilai tukar (kurs) rupiah ditutup menguat 68 poin walaupun sebelumnya sempat menguat lebih tinggi 80 poin dan bertengger di level Rp 15.672 dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 15.740 per dolar AS.

Selera risiko juga tetap optimis setelah Donald Trump memenangkan pemilu AS awal minggu ini. Meskipun demikian, implikasi dari kepresidenan Trump untuk Asia masih berpotensi negatif, mengingat rencananya untuk memberlakukan kebijakan perdagangan yang lebih proteksionis.

Fokus utama tertuju pada pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional, yang akan berakhir pada Jumat.

NPC secara luas diharapkan menguraikan rencana untuk lebih banyak pengeluaran fiskal. Analis memperkirakan setidaknya 10 triliun yuan (US$ 1,6 triliun) dalam pengeluaran tambahan selama beberapa tahun mendatang. Pemerintah China telah berjuang untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang melambat.

Selain itu, kepresidenan Trump kedua juga diharapkan akan membuat pemerintah China mengeluarkan lebih banyak stimulus. Pasalnya, Trump telah berjanji mengenakan tarif 60% pada semua impor China, yang menandakan lebih banyak hambatan ekonomi bagi China.

Dilihat dari sisi internal, kemenangan Donald Trump pemilu AS akan mengkhawatirkan perekonomian negara berkembang yang salah satunya Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) perlu mengantisipasi efek trump dapat membuat berlanjutnya perang dagang hingga suku bunga AS.

“Suku bunga AS akan tetap tinggi atau higher for longer terhadap pelemahan mata uang rupiah dan juga akan berdampak terhadap pada arus modal, serta berpengaruh pada dinamika ketidakpastian pasar keuangan,” imbuhnya.

Guna untuk mengantisipasi tekanan terhadap rupiah, BI dan pemerintah perlu segera merealisasikan revisi kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) agar DHE disimpan di Indonesia dalam proporsi yang lebih besar dan periode yang lebih lama, serta memastikan BI Rate tetap membuat rupiah menarik bagi investor, kata Ibrahim.

Selain itu, pemerintah juga perlu mengedepankan program yang sejalan dengan prinsip kehati-hatian fiskal. Rencana pengurangan dan realokasi subsidi BBM merupakan langkah yang tepat. Ibrahim juga menilai pemerintah perlu mengantisipasi banjirnya produk impor ke Indonesia, khususunya dari China. Di samping itu, eksportir di dalam negeri juga harus diberikan stimulus.

Ibrahim menakar kurs rupiah dalam perdagangan awal pekan depan akan bergerak fluktuatif, namun ditutup menguat di kisaran Rp 15.600 sampai dengan Rp 15.690 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #rupiah #rupiah-lanjut-melesat #mata-uang-rupiah #nilai-tukar-rupiah #kurs-rupiah #dolar-as #the-fed #pemilu-as #donald-trump #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/379523/rupiah-lanjut-melesat-setelah-keputusan-the-fed